Dikepung Sentimen Negatif, Wall Street Serentak Melorot

Pergerakan tiga indeks saham utama di bursa Wall Street Amerika Serikat (AS) serentak melemah pada akhir perdagangan Selasa (3/9/2019), terbebani eskalasi perang dagang AS-China dan data yang menunjukkan kontraksi aktivitas manufaktur AS pada Agustus, untuk pertama kalinya sejak 2016.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 04 September 2019  |  06:53 WIB
Dikepung Sentimen Negatif, Wall Street Serentak Melorot
Wallstreet - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan tiga indeks saham utama di bursa Wall Street Amerika Serikat (AS) serentak melemah pada akhir perdagangan Selasa (3/9/2019), terbebani eskalasi perang dagang AS-China dan data yang menunjukkan kontraksi aktivitas manufaktur AS pada Agustus, untuk pertama kalinya sejak 2016.

Berdasarkan data Reuters, indeks S&P 500 berakhir melemah 0,69 persen atau 20,19 poin di level 2.906,27, indeks Nasdaq Composite melorot 1,11 persen atau 88,72 poin ke level 7.874,16, dan indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun tajam 1,08 persen atau 285,26 poin di posisi 26.118,02.

Investor berbondong-bondong menghindari aset-aset berisiko ketika putaran tarif terbaru oleh pemerintah AS dan China terhadap impor masing-masing mulai diberlakukan pada 1 September.

Sementara itu, tidak adanya tanggal pasti untuk dimulainya kembali perundingan AS-China menggerogoti harapan resolusi perang perdagangan antara kedua negara yang telah mengguncang pasar dan membebani ekonomi dunia.

Menambah ketidakpastian, Institute for Supply Management (ISM) melaporkan bahwa indeks aktivitas pabrik nasional turun menjadi 49,1, jauh lebih rendah dibandingkan dengan angka 51,1 yang diperkirakan oleh analis dalam survei Reuters.

“Data manufaktur AS memberi sinyal bahwa tarif baru tidak dapat datang pada waktu yang lebih buruk. Ini adalah berita buruk di atas berita buruk. Itulah sebabnya investor sangat fokus pada negosiasi,” ujar Alec Young, direktur pelaksana riset pasar global di FTSE Russell.

“Harapan untuk kesepakatan AS-China tidak hanya telah surut tetapi mereka juga bahkan tidak bisa menyepakati tanggal untuk bertemu," lanjutnya.

Young juga mengutip ketidakpastian yang berkembang di sekitar Brexit sebagai kekhawatiran lebih lanjut bagi investor. Pada Selasa (3/9), anggota parlemen Inggris mendorong pemungutan suara yang dapat memungkinkan mereka untuk menghentikan Perdana Menteri Boris Johnson melakukan Brexit tanpa kesepakatan.

Di sisi lain, tantangan ini dapat mendorong Johnson untuk mengadakan pemilihan umum pada 14 Oktober.

Sebelumnya pada hari yang sama, data menunjukkan perusahaan-perusahaan konstruksi Inggris bulan lalu mencatat penurunan tertajam dalam pesanan baru di tengah pergolakan Brexit.

Sektor industri yang sensitif terhadap isu perdagangan turun 1,4 persen, persentase penurunan terbesar di antara 11 sektor utama S&P.

Saham teknologi turun 1,3 persen, terbebani oleh pembuat chip, yang memiliki eksposur pendapatan besar ke China. Adapun indeks Philadelphia Semiconductor turun 1,8% persen.

Sementara itu, saham Boeing Co, ambrol 2,7 persen sekaligus memberikan hambatan terbesar bagi Dow Jones, setelah Federal Aviation Administration mengatakan bahwa panel ahli global akan membutuhkan beberapa pekan lagi untuk menyelesaikan review sertifikasi 737 MAX.

Pergerakan Bursa Wall Street 3 September

Indeks

Level

Perubahan (persen)

Dow Jones

26.118,02

-1,08

S&P 500

2.906,27

-0,69

Nasdaq

7.874,16

-1,11

Sumber: Reuters

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
wall street

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top