Investor Abaikan Perang Tarif AS-China, Bursa Eropa Menguat

Pergerakan bursa saham Eropa berhasil ditutup di posisi lebih tinggi pada perdagangan Senin (2/9/2019), di tengah tipisnya volume transaksi karena libur Hari Buruh di Amerika Serikat (AS).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 03 September 2019  |  06:15 WIB
Investor Abaikan Perang Tarif AS-China, Bursa Eropa Menguat
Indeks Bursa Eropa - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan bursa saham Eropa berhasil ditutup di posisi lebih tinggi pada perdagangan Senin (2/9/2019), di tengah tipisnya volume transaksi karena libur Hari Buruh di Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan data Reuters, indeks Stoxx 600 Eropa berakhir naik 0,3 persen sekaligus mengawali bulan September dengan catatan positif, setelah konflik perdagangan global dan kekhawatiran resesi mendorong indeks acuan ini turun 1,6 persen pada Agustus.

Investor cenderung memilih sektor-sektor defensif setelah pemerintah Amerika Serikat (AS) dan China memberlakukan tarif baru terhadap impor masing-masing mulai 1 September.

Pascabulan yang penuh gejolak, sebagian besar investor pasar ekuitas mengabaikan eskalasi konflik perdagangan ketika Washington mulai mengenakan tarif 15 persen pada berbagai barang China pada Minggu (1/9/2019) dan Beijing membalasnya dengan tarif baru pada minyak mentah AS.

Penguatan Stoxx juga didukung bursa saham di London yang naik tajam 1 persen, mengungguli indeks saham lain di Eropa, didorong pelemahan nilai tukar pound sterling akibat kekhawatiran soal perkembangan Brexit (keluarnya Inggris dari Uni Eropa).

Pada indeks Stoxx, sektor-sektor defensif seperti makanan dan minuman, layanan kesehatan dan utilitas, yang cenderung dipilih selama masa ketidakpastian ekonomi, memimpin perolehan kenaikan terbesar.

Sebagai bukti terbaru dampak perang dagang pada pertumbuhan global, serangkaian survei bisnis mulai dari China hingga Eropa menunjukkan sebagian besar penurunan aktivitas manufaktur pada Agustus.

Penurunan berkelanjutan di Jerman yang bergantung pada ekspor mengindikasikan aktivitas manufaktur di zona euro berkontraksi untuk bulan ketujuh pada Agustus. Hal ini memperkuat harapan bahwa Bank Sentral Eropa (ECB) akan melonggarkan kebijakan moneternya pekan depan.

“Datanya tidak banyak menunjukkan perubahan. Anda melihat fakta bahwa banyak hal negatif tentang perang dagang telah diabaikan dalam beberapa waktu terakhir,” ujar Philip Marey dari Rabobank.

"Ada harapan mengenai pembicaraan antara kedua belah pihak [AS-China] dan liburan AS juga berdampak. Investor menunggu arahan dari pasar AS,” lanjutnya, seperti dikutip dari Reuters.

Presiden AS Donald Trump mengatakan kedua belah pihak masih akan bertemu untuk mengadakan pembicaraan pada bulan ini.

Di sisi lain, sektor-sektor yang bergantung pada perdagangan seperti saham teknologi dan otomotif berkinerja lebih lambat dan saham yang terkait komoditas berbalik menurun setelah sempat memimpin kenaikan karena lonjakan harga bijih besi.

Sementara itu, bursa saham Jerman yang sensitif terhadap perdagangan berakhir sedikit lebih tinggi, dipimpin oleh kenaikan saham Deutsche Boerse, sementara peningkatan target harga oleh Goldman Sachs pada perusahaan energi terbarukan RWE mendorong sahamnya naik 3,7 persen.

Adapun, meredanya kekhawatiran politik membantu indeks FTSE MIB Italia menguat 0,6 persen setelah Perdana Menteri Giuseppe Conte mengatakan pada Minggu (1/9) bahwa ia berharap untuk menyelesaikan pembicaraan mengenai pemerintahan baru pada Rabu (4/9).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bursa eropa, perang dagang AS vs China

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top