Wijaya Karya (WIKA) Telah Kantongi Kontrak Baru Rp20,3 Triliun

Hingga pekan ketiga Agustus 2019, WIKA merealisasikan 32,87 persen dari target nilai kontrak baru 2019. Total nilai yang dibidik senilai Rp61,74 triliun.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 28 Agustus 2019  |  09:49 WIB
Wijaya Karya (WIKA) Telah Kantongi Kontrak Baru Rp20,3 Triliun
Presiden Direktur PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Tumiyana (kiri) didampingi Direktur Steve Kosasih memberikan paparan saat berkunjung ke kantor redaksi Bisnis Indonesia, di Jakarta, Rabu (17/10/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA— PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. telah mengantongi kontrak baru Rp20,3 triliun hingga pekan ketiga Agustus 2019 atau setara dengan 32,87 persen dari target yang dibidik tahun ini.

Dalam siaran pers, Rabu (28/8/2019), emiten berkode saham WIKA itu melaporkan realisasi kontrak baru Rp20,3 triliun per pekan ketiga Agustus 2019. Posisi itu bertambah Rp5,07 triliun dari Rp15,23 triliun pada semester I/2019.

Dengan realisasi itu, WIKA merealisasikan 32,87 persen dari target nilai kontrak baru 2019. Total nilai yang dibidik senilai Rp61,74 triliun.

Manajemen emiten berkode saham WIKA itu menyebut perolehan kontrak baru dari kesepakatan bisnis atau framework agreement dengan negara-negara Afrika dalam Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue (IAID) 2019 dan proyek Jakarta International Stadium (JIS).

Berdasarkan catatan Bisnis, Wijaya Karya meneken sejumlah kesepakatan dalam IAID 2019. Perseroan mendapatkan dukungan dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia di Afrika sebesar US$356 juta atau sekitar Rp4,98 triliun.

Adapun, proyek yang akan WIKA itu yakni pelabuhan terminal likuid di Zanzibar, Tanzania, senilai US$40 juta, pembangunan kawasan bisnis terpadu di Senegal senilai US$250 juta, dan pembangunan rumah susun di Pantai Gading senilai US$66 juta.

Sebelumnya, Direktur Utama Wijaya Karya Tumiyana mengatakan perseroan masih optimistis mampu mencapai target kontrak baru Rp61,74 triliun pada 2019. Pihaknya menegaskan belum berencana merevisi turun target tahun ini.

“Sampai dengan kuartal III/2019, kontrak baru akan bergerak menjadi sekitar Rp37 triliun,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
wijaya karya, bumn konstruksi

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top