Harga Emas Berkilau, United Tractors (UNTR) Optimistis Kontribusi Tembus 10%

Dalam laporan semester I/2019, PT United Tractors Tbk. (UNTR) melaporkan kontribusi pendapatan dari pertambangan emas sebesar 8%.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 26 Agustus 2019  |  17:36 WIB

Bisnis.com, JAKARTA— PT United Tractors Tbk. memproyeksikan kontribusi bisnis pertambangan emas dapat memitigasi penurunan penjualan alat berat Komatsu pada 2019.

Emiten berkode saham UNTR itu merevisi turun target penjualan alat berat Komatsu tahun ini dari 4.000 unit menjadi 3.600 unit. Keputusan itu ditempuh setelah melihat realisasi penjualan semester I/2019.

Pada Januari 2019—Juni 2019, UNTR merealisasikan penjualan alat berat Komatsu sebanyak 1.917 unit. Pencapaian itu turun 20,13% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Penurunan penjualan juga masih terjadi untuk periode Januari 2019—Juli 2019. Tercatat, volume turun 26% secara tahunan menjadi 2.122 unit per akhir Juli 2019.

Kendati demikian, Direktur Utama United Tractors Frans Kesuma mengatakan optimistis mampu menjaga pertumbuhan kinerja keuangan 2019. Menurutnya, bisnis pertambangan emas akan mampu memitigasi turunnya penjualan alat berat tahun ini.

“Kalau harga emas berlanjut bagus sampai akhir tahun bisa mengkompensasi penurunan penjualan alat berat,” ujarnya di Jakarta, Senin (26/8/2019).

UNTR menjalankan bisnis penjualan emas melalui cucu usahanya, PT Agincourt Resources. Sampai dengan Juli 2019, realisasi volume penjualan dari tambang emas Martabe sebanyak 230.000 Ounces (Oz).

Dengan realisasi itu, perseroan merealisasikan 57,5% dari target 400.000 Oz pada 2019.

Dalam laporan semester I/2019, UNTR melaporkan kontribusi dari masing-masing unit bisnis terhadap pendapatan perseroan yakni mesin konstruksi 28%, kontraktor penambangan 44%, pertambangan batu bara 16%, pertambangan emas 8%, dan industri konstruksi 4%.

Sara K. Loebis, Head of Corporate Communication Division United Tractors, mengatakan kontribusi bisnis emas terhadap pendapatan perseroan tidak akan jauh berubah hingga akhir 2019. Namun, pihaknya menyebut tidak menutup kemungkinan kontribusi akan merangsek naik hingga dua digit sejalan dengan tren kenaikan harga emas.

“Masih bisa sampai 10%,” ujarnya.

Sebagai catatan, UNTR melaporkan pendapatan bersih Rp43,31 triliun pada semester I/2019. Pencapaian tersebut naik 11,22% dari Rp38,94 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Dari situ, laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk perseroan senilai Rp5,57 triliun pada semester I/2019. Realisasi tersebut naik 1,82% dibandingkan dengan Rp5,47 triliun per 30 Juni 2018.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
united tractors

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top