Semester I/2019, Pendapatan Tower Bersama Infrastrucure (TBIG) Tumbuh 22,6 Persen

Selama 6 bulan pertama 2019, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG) membukukan laba sebesar Rp382,14 miliar atau turun 5,16 persen secara tahunan.
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 21 Agustus 2019  |  16:16 WIB
Semester I/2019, Pendapatan Tower Bersama Infrastrucure (TBIG) Tumbuh 22,6 Persen
Presiden Direktur PT Tower Bersama Infrastructure Tbk, Herman Setya Budi (kiri) didampingi Direktur Helmy Yusman Santoso memberikan penjelasan, usai RUPST di Jakarta, Selasa (21/5/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA--PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG) mecatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 22,6 persen pada semester I/2019 yakni Rp2,27 triliun dari Rp2,08 triliun pada semester I/2018.

Dikutip dari laporan keuangan perseroan, Rabu (21/8/2019), perusahaan mencatatkan pertumbuhan pendapatan tertinggi dari pihak ketiga lain yakni sebesar 35,1 persen  dari Rp17,34 miliar menjadi Rp23,42 miliar pada semester I/2019.

Kendati mencatatkan pertumbuhan pendapatan tertinggi, secara nominal, pihak yang menyumbang pendapatan terbesar yakni PT Telekomunikasi Selular, anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (TLKM) yang berkontribusi sebesar 44 persen dengan nilai Rp1 triliun atau tumbuh 7,4 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu Rp930,65 miliar.

Setelah Telkomsel, pendapatan TBIG berasal dari transaksi dengan PT Indosat Ooredoo Tbk. (ISAT) yakni Rp494,12 miliar atau tumbuh 6,39 persen dibandingkan dengan semester I/2018 dengan Rp464,44 miliar.

Di bawah ISAT, terdapat PT XL Axiata Tbk. (EXCL) yang menyumbang Rp417,74 miliar atau tumbuh 30,8 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2018 yaitu Rp319,3 miliar.

Lalu, disusul PT Hutchison 3 Indonesia yang berkontribusi terhadap pendapatan perseroan sebesar Rp214,11 miliar atau tumbuh 13,15 persen dibandingkan dengan semester I/2018. Terakhir, PT Smartfren Telecom Tbk. (FREN) yang berkontribusi sebesar Rp121,03 miliar atau tumbuh 11,65 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yakni Rp108,4 miliar.

Kendati mencatatkan pertumbuhan cukup besar selama paruh pertama 2019, laba yang diatribusikan kepada entitas induk TBIG menyusut.

Selama 6 bulan pertama 2019, perseroan membukukan laba sebesar Rp382,14 miliar atau turun 5,16 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yakni Rp402,97 miliar.

Di sisi lain, perseroan masih memiliki pendapatan yang masih harus diterima yakni pendapatan sewa menara yang belum ditagih karena alasan proses pengujian fisik dan verifikasi dokumen. Adapun, total nilanya sebesar Rp757,40 miliar dengan Rp553,71 miliar di antaranya berasal dari PT Telekomunikasi Selular dan Rp154,12 miliar berasal dari PT XL Axiata Tbk.

Dari sisi beban yang masih harus dibayar, perusahaan memiliki tanggungan sebesar Rp1,05 triliun. Dari nilai tersebut, mayoritas atau Rp521,98 miliar untuk estimasi biaya pembangunan menara telekomunikasi dan beban bunga surat utang Rp214,53 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
tower bersama, kinerja emiten

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top