Indika Energy (INDY) Gelontorkan US$215 Juta untuk Partial Redemption Obligasi

Indika Energy membeli kembali obligasi dengan dana yang diperoleh dari kas internal dan pinjaman bank senilai US$150 juta.
Ana Noviani
Ana Noviani - Bisnis.com 21 Agustus 2019  |  13:15 WIB
Indika Energy (INDY) Gelontorkan US$215 Juta untuk Partial Redemption Obligasi
Direktur PT Indika Energy Tbk Aziz Armand (kanan) berbincang dengan Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia Inarno Djajadi di sela-sela pembukaan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, di Jakarta, Rabu (4/7/2018). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Indika Energy Tbk. melalui anak usahanya Indo Energy Finance II B.V. membeli kembali sebagian surat utang senilai US$215 juta.

Dalam keterbukaan informasi yang dikutip Rabu (21/8/2019), Sekretaris Perusahaan Indika Energy Adi Pranomo melaporkan anak usaha tersebut menerbitkan surat utang senilai US$500 juta pada 2013. Surat utang tersebut akan jatuh tempo pada 2023.

Dalam ketentuan penerbitan surat utang tersebut, terdapat ketentuan terkait dengan opsi pembelian kembali surat utang. Hal itu tertuang dalam pasal 3.02 indenture terkait surat utang dengan harga penebusan sebesar 102,125% plus bunga akrual dan belum dibayar terhitung sampai dengan tanggal penebusan.

"Dengan transaksi ini akan meningkatkan kinerja keuangan perseroan dengan pembiayaan yang lebih kompetitif," tulisnya.

Sebelumnya, emiten bersandi saham INDY itu mengumumkan rencana partial redeemption obligasi global.

Leonardus Herwindo, Head of Corporate Communications Indika Energy menuturkan pembelian kembali obligasi itu tidak dilakukan dengan tender offer. Akan tetapi, INDY mengambil opsi call atau redeem.

“Obligasi ini sudah dapat di-call atau redeem sejak Januari 2018. Indika Energy akan melakukan pembelian kembali sebagian [partial redemption] obligasi US$500 juta yang pembayaranya dalam waktu 30 hari ke depan,” paparnya kepada Bisnis.com, Rabu (17/7/2019).

Dia menyebut pembelian kembali obligasi akan didanai melalui kas internal dan pinjaman bank senilai US$150 juta.

Dalam keterbukaan informasi di laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (17/7/2019), Indika Energy melaporkan telah melakukan penandatangan perjanjian fasilitas senilai US$150 juta dengan Standard Chartered Bank (Singapore) Limited, Citibank, N.A., Jakarta Branch dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., pada 17 Juli 2019.

Secara detail, INDY menuliskan fasilitas itu akan digunakan oleh perseroan untuk melakukan pembelian kembali atas Obligasi V yang telah diterbitkan pada 2013. Jumlah pokok dari surat utang itu senilai US$500 juta dengan kupon 6,375 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
indika energy

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top