INDY Bakal Partial Redemption Obligasi US$500 Juta

Leonardus Herwindo, Head of Corporate Communications Indika Energy menuturkan pembelian kembali obligasi itu tidak dilakukan dengan tender offer. Akan tetapi, emiten berkode saham INDY itu akan melakukan pembelian kembali lewat call atau redeem.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 18 Juli 2019  |  06:23 WIB
INDY Bakal Partial Redemption Obligasi US$500 Juta
Karyawan memperhatikan monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (12/9). - JIBI/Nurul Hidayat

    Bisnis.com,JAKARTA — PT Indika Energy Tbk. akan melakukan pembelian kembali sebagian atau partial redemption obligasi US$500 juta yang pembayarannya dilakukan dalam waktu 30 hari ke depan.

    Leonardus Herwindo, Head of Corporate Communications Indika Energy menuturkan pembelian kembali obligasi itu tidak dilakukan dengan tender offer. Akan tetapi, emiten berkode saham INDY itu akan melakukan pembelian kembali lewat call atau redeem.

    “Obligasi ini sudah dapat di-call atau redeem sejak Januari 2018. Indika Energy akan melakukan pembelian kembali sebagian [partial redemption] obligasi US$500 juta yang pembayaranya dalam waktu 30 hari ke depan,” paparnya kepada Bisnis, Rabu (17/7/2019).

    Dia menyebut pembelian kembali obligasi akan didanai melalui kas internal dan pinjaman bank senilai US$150 juta.

    Dalam keterbukaan informasi di laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (17/7) malam, Indika Energy melaporkan telah melakukan penandatangan perjanjian fasilitas senilai US$150 juta dengan Standard Chartered Bank (Singapore) Limited, Citibank, N.A., Jakarta Branch dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., pada 17 Juli 2019.

    Secara detail, INDY menuliskan fasilitas itu akan digunakan oleh perseroan untuk melakukan pembelian kembali atas Obligasi V yang telah diterbitkan pada 2013. Jumlah pokok dari surat utang itu senilai US$500 juta dengan kupon  6,375 persen.

    Pada kuartal I/2019, INDY membukukan pendapatan US$700,7 juta. Posisi itu turun 13,4 persen dari U$$809 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

    Dari situ, perseroan membukukan laba bersih US$11,7 juta pada kuartal I/2019. Pencapaian tersebut turun 79,95 persen dari US$58,36 juta periode yang sama tahun lalu.

    INDY saat ini menjalankan sejumlah lini bisnis di antaranya produksi batu bara melalui PT Kideco Jaya Agung dan PT Multi Tambangjaya Utama, perdagangan batu bara melalui Indika Capital Investment Pte. Ltd. Selanjutnya, perseroan juga memiliki lini usaha jasa energi engineering procuremen and construction (EPC) minyak dan gas lewat PT Tripatra Engineers & Constructors serta PT Tripatra Engineering.

    Selain itu, INDY menjalankan bisnis EPC kontraktor pertambangan lewat PT Petrosea Tbk. Tidak ketinggalan, di lini pelabuhan dan logistik laut melalui PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk., PT Sea Bridge Shipping, PT Cotrans Asia, PT Indika Logistic & Support Services, dan PT Kuala Pelabuhan Indonesia.

    Bisnis yang tidak ketinggalan dijajal oleh INDY yakni pembangkit listrik dan tenaga uap batu bara. Perseroan menjalankan lini itu melalui PT Cirebon Electric Power dan PT Prasarana Energi Cirebon.

    Teranyar, perseroan melahirkan anak usaha baru, PT Indika Multi Properti (IMP). Entitas anak itu memiliki fokus di bidang konstruksi, perdagangan besar dan eceran, real estate, dan aktivitas profesional, ilmiah, serta teknis.

    Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
    indy

    Editor : M. Taufikul Basari

    Berita Terkait



    Berita Terkini Lainnya

    Top