Anggaran JKN Naik, Positif Bagi Kalbe Farma (KLBF)?

PT Kalbe Farma Tbk. memperkirakan tunggakan program BPJS Kesehatan mencapai Rp200 miliar-Rp250 miliar.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 20 Agustus 2019  |  17:06 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - PT Kalbe Farma Tbk. berharap dampak positif dari kenaikan anggaran Jaminan Kesehatan Nasional menjadi Rp48,8 triliun dalam RAPBN 2020.

Direktur Kalbe Farma Bernadus Karmin Winata menjelaskan, dampak positif itu berupa pembayaran tunggakan dari RSUD maupun rumah sakit swasta yang bekerjasama dalam program BPJS Kesehatan, kepada distributor yang merupakan entitas anak perseroan. Perusahaan farmasi itu memperkirakan tunggakan program BPJS Kesehatan mencapai Rp200 miliar-Rp250 miliar.

Tunggakan di atas 6 bulan itu merupakan akumulasi sejak program JKN dimulai. Keterlambatan pembayaran otomatis mengganggu arus kas perusahaan sehingga emiten berkode saham KLBF ini perlu mencari pendanaan dari perbankan untuk memenuhi modal kerja.

"Dengan naiknya anggaran, kami berharap lebih baik. Namun, ini juga linier dengan coverage yang meningkat," katanya dalam paparan publik pada Selasa (20/8/2019).

Bernadus mengatakan, perseroan tidak berencana mengurangi suplai obat dalam program Jaminan Kesehatan Nasional ini, meski rumah sakit kerap terlambat bayar. Untuk mencari solusi terbaik, emiten berkode saham KLBF ini telah berbicara dengan pemerintah.

"Saya tidak bisa mengestimasi kapan bisa selesai. Karena BPJS total dananya juga masih defisit," imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kalbe farma

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top