Debut Kontrak Karet TSR 20 China Berjalan Mulus

Dilansir dari Reuters, harga karet pengiriman Februari 2020 tersebut melonjak 9,9% pada perdagangan pagi, dari harga dasar 9.260 yuan (US$1.311,34) per ton menjadi 10.175 yuan, sebelum turun kembali ke 9.820 yuan, naik 6,1% pada sesi penutupan.
Dika Irawan
Dika Irawan - Bisnis.com 12 Agustus 2019  |  17:31 WIB
Debut Kontrak Karet TSR 20 China Berjalan Mulus
Petani memanen getah karet di Banyuasin, Sumatra Selatan, Selasa (8/1/2019). - Antara/Nova Wahyudi

Bisnis.com, JAKARTA – Karet berjangka TSR 20 China melonjak hampir 20% pada debut perdagangan mereka di Shanghai International Energy Exchange (INE), Senin (12/8/2019) waktu setempat.

Dilansir dari Reuters, harga karet pengiriman Februari 2020 tersebut melonjak 9,9% pada perdagangan pagi, dari harga dasar 9.260 yuan (US$1.311,34) per ton menjadi 10.175 yuan, sebelum turun kembali ke 9.820 yuan, naik 6,1% pada sesi penutupan.

Adapun volume perdagangannya mencapai 87.618 lot. Jumlah tersebut lebih dari sepertiga dari kontrak minyak mentah utama INE dan sekitar seperempat dari kontrak karet Shanghai Futures Exchange, yang ditutup turun 0,9% pada Senin (12/8/2019).

Fang Xinghai, wakil ketua Komisi Regulasi Sekuritas China, mengatakan dalam sebuah pidato pada upacara peluncuran kontrak tersebut mengatakan, China ingin kontrak karet TSR 20 menjadi patokan harga karet internasional.

John Browning, direktur pelaksana pialang Bands Financial, mengatakan produksi karet alam global diperkirakan 12 juta ton. Dari jumlah tersebut 70% digunakan untuk industri ban.

“Sementara itu lebih dari 80% produsen ban menggunakan acuan karet TSR 20,” katanya.

Sementara itu, harga karet pengiriman Januari 2020 di Tokyo Commodity Exchange ditutup menguat 0,53% atau 0,90 poin ke posisi 170,00 yen per kilogram, Minggu (11/8/2019).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
karet, harga karet

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top