Karunia Bara Perkasa Tambah Porsi Saham, Ini Kata Manajemen Harum Energy (HRUM)

Berdasarkan data PT Bursa Efek Indonesia, Karunia Bara Perkasa menambah kepemilikan di emiten berkode saham HRUM tersebut. Tercatat, Karunia Bara Perkasa menambah 19,02 juta saham.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 12 Agustus 2019  |  17:15 WIB

Bisnis.com, JAKARTA— Emiten pertambangan batu bara, PT Harum Energy Tbk. menyebut penambahan porsi kepemilikan yang dilakukan oleh PT Karunia Bara Perkasa, pemegang saham mayoritas perseroan, tidak berpengaruh terhadap perseroan.

Direktur Utama Harum Energy Ray Antonio Gunara mengatakan penambahan saham yang dilakukan oleh Karunia Bara Perkasa tidak berdampak kepada perseroan. Pasalnya, hal itu dilakukan dengan membeli saham yang beredar di pasar.

“Rencana kerja perusahaan tidak berubah seperti yang terakhir dikomunikasikan,” ujarnya kepada Bisnis.com, Senin (12/8/2019).

Berdasarkan data PT Bursa Efek Indonesia, Karunia Bara Perkasa menambah kepemilikan di emiten berkode saham HRUM tersebut. Tercatat, Karunia Bara Perkasa menambah 19,02 juta saham.

Dengan penambahan tersebut, jumlah saham dan persentase kepemilikan Karunia Bara Perkasa Bertambah. Porsi yang dipegang naik dari 75,82% menjadi 76,53%.

Dalam keterbukaan informasinya, Karunia Bara Perkasa mengatakan tujuan dari transaksi itu untuk investasi. Status kepemilikan saham bersifat langsung.

Seperti diketahui, HRUM memiliki sejumlah rencana kerja selain mengejar target produksi batu bara. Salah satunya, melakukan diversifikasi dengan masuk ke bisnis pembangkit listrik tenaga uap.

Manajemen HRUM menyebut langkah itu sebagai bagian dari ekspansi hilir. Sayangnya, belum ada tender proyek pembangkit baru pada rentang 2 tahun—3 tahun terakhir.

Adapun, perseroan menginginkan tender pembangkit listrik tenaga uap yang memiliki kapasitas dengan kisaran 2x100 megawatt.

HRUM memiliki lima usaha yang bergerak di bidang pertambangan batu bara yakni PT Mahakam Sumber Jaya (MSJ), PT Santan Batubara (SB), PT Tambang Batubara Harum (TBH), PT Karya Usaha Pertiwi (KUP), dan PT Bumi Karunia Pertiwi (BKP).

Selain itu, perseroan juga memiliki satu entitas anak yang bergerak di bidang transportasi dan satu di bidang investasi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
harum energy tbk, transaksi saham

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top