Kurs Jisdor Menguat, Rupiah Berbalik Melemah di Pasar Spot

Kurs rupiah menyentuh posisi Rp14.275 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Rabu (7/8/2019).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 07 Agustus 2019  |  11:51 WIB
Kurs Jisdor Menguat, Rupiah Berbalik Melemah di Pasar Spot
Karyawati menghitung uang pecahan Rp100.000 di salah satu kantor cabang milik Bank Mandiri, di Jakarta, Rabu (12/6/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Kurs rupiah menyentuh posisi Rp14.275 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Rabu (7/8/2019).

Data yang diterbitkan Bank Indonesia pagi ini menempatkan kurs referensi Jisdor di level Rp14.275 per dolar AS, menguat 69 poin atau 0,48 persen dari posisi Rp14.344 pada Selasa (6/8).

Di sisi lain, berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau kembali melemah 13 poin atau 0,09 persen ke level Rp14.290 per dolar AS pada pukul 10.11 WIB dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Selasa (6/8), rupiah ditutup terdepresiasi 0,15 persen atau 22 poin di level Rp14.277 per dolar AS, pelemahan hari keempat berturut-turut.

Sebelum kembali melemah, mata uang Garuda ini sempat bangkit dari pelemahannya dengan dibuka terapresiasi 0,08 persen atau 12 poin di level Rp14.265 per dolar AS.

Sepanjang perdagangan pagi ini, rupiah bergerak di kisaran Rp14.258-Rp14.292 per dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar Amerika Serikat (AS) yang melacak pergerakan mata uang dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia, terpantau ikut melemah 0,119 poin atau 0,12 persen ke level 97,511 pada pukul 10.05 WIB.

Pada perdagangan Selasa (6/8/2019) indeks mampu berakhir di zona hijau dengan kenaikan 0,11 persen atau 0,108 poin di level 97,630. Indeks mulai tergelincir ke wilayah negatif saat dibuka turun 0,07 persen di posisi 97,561.

Pergerakan indeks dolar melemah seiring dengan melemahnya nilai tukar mata uang yuan China di tengah eskalasi tensi perdagangan AS-China.

Dilansir dari Reuters, nilai tukar yuan offshore China melemah terhadap dolar AS setelah bank sentral China, People's Bank of China, menetapkan titik tengahnya tidak lebih kuat dari penutupan sebelumnya.

Dua negara berekonomi terkuat di dunia itu terkunci dalam konflik perdagangan yang memanas setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan akan mengenakan tarif lebih lanjut pada sisa impor barang-barang asal China.

China merespons pengumuman itu dengan membiarkan mata uangnya melemah hingga melampaui level psikologis penting 7 per dolar pada Senin (5/8). Pemerintah AS pun bereaksi keras dengan menyebut Beijing sebagai manipulator mata uang.

Akibatnya, sentimen pasar telah memburuk dengan cepat. Ini sekaligus mendongkrak daya tarik aset-aset safe haven seperti yen Jepang dan emas, sekaligus mempercepat pelemahan yuan karena tidak tampak resolusi untuk konflik AS-China dalam waktu dekat.

Pada Selasa (6/8), Trump menepis kekhawatiran akan perang dagang yang berkepanjangan dengan China. Namun pemerintah China telah mengirimkan peringatan keras bahwa pelabelan negeri ini sebagai manipulator mata uang akan memberi konsekuensi parah bagi tatanan keuangan global.

 “Eskalasi friksi perdagangan AS-China telah memperburuk sentimen pasar, yang pada akhirnya akan membuat imbal hasil Treasury turun dan yen naik,” ujar Tohru Sasaki, kepala riset pasar Jepang di JP Morgan Securities, Tokyo.

Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor/Rupiah)
TanggalKurs

7 Agustus

14.275

6 Agustus

14.344

5 Agustus

14.231

31 Juli

14.203

30 Juli

14.098

Sumber: Bank Indonesia 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Rupiah, jisdor

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top