Selain dari Indonesia dan Australia, Vietnam Mau Impor Batu Bara dari AS

Menurut Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Vietnam, batu bara akan menyumbang 42,6% dari kapasitas pembangkit listrik Vietnam pada 2030, naik dari 38,1% saat ini.
Dika Irawan
Dika Irawan - Bisnis.com 06 Agustus 2019  |  18:18 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Vietnam dikabarkan tengah mempertimbangkan impor batu bara dari Amerika Serikat, seiring dengan meningkatnya kebutuhan listrik domestik.

Media pemerintah Vietnam Dau Tu melaporkan pada Selasa (6/8/2019), seperti dikutip dari Reuters, pertimbangan itu sejalan dengan rencana Negeri Paman Ho tersebut membangun lebih banyak pembangkit listrik tenaga batu bara.

Terkait hal tersebut, surat kabar itu melaporkan, eksekutif dari produsen batu bara negara Vinacomin dan Xcoal Energy & Resources bertemu pada pekan lalu di Hanoi. Pertemuan membahas kemungkinan pengiriman batu bara AS ke Vietnam.

Namun, laporan tersebut tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang kemungkinan impor. Vinacomin, yang secara resmi dikenal sebagai Vietnam National Coal-Mineral Industries Corp, setiap tahun menghasilkan sekitar 40 juta ton batu bara dari tambang domestik.

Vietnam baru-baru ini menjadi importir batu bara bersih. Sebagian besar pengirimannya berasal dari Australia dan Indonesia.

Menurut Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Vietnam, batu bara akan menyumbang 42,6% dari kapasitas pembangkit listrik Vietnam pada 2030, naik dari 38,1% saat ini.

Pekan lalu, Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Vietnam menyatakan, negaranya akan menghadapi kekurangan listrik yang parah mulai 2021 karena permintaan listrik melebihi pembangunan pembangkit listrik baru. Oleh sebab itu, Vietnam harus mengimpor 680 juta ton batu bara untuk kebutuhan pembangkit listrik selama periode 2016-2030.

Dalam langkah lain untuk memotong surplus perdagangan dengan Amerika Serikat, Binh Son Refining and Petrochemical Vietnam bulan lalu menyatakan, akan mengimpor 2 juta hingga 3 juta barel minyak mentah US West Texas Intermediate (WTI) pada paruh kedua tahun ini untuk kilang Dung Quat.

Vietnam memang sedang berusaha mengimpor lebih banyak barang dari AS untuk membantu mempersempit surplus perdagangannya dengan AS, menyusul ancaman Presiden Donald Trump untuk mengenakan tarif pada produk-produknya di tengah perang dagang AS dan China.

Menurut data bea cukai Vietnam, surplus perdagangan Vietnam dengan Amerika Serikat melebar menjadi US$20,59 miliar pada semester I/2019, dari $ 15,55 miliar setahun sebelumnya.

Pemerintah Vietnam mengatakan pada Juni, Departemen Perindustrian dan Perdagangannya dan Departemen Energi AS akan segera menandatangani nota kesepahaman tentang impor gas alam cair (LNG).

Vietnam tidak memiliki terminal impor LNG, tetapi sedang mencari mitra untuk mengembangkan bisnis impor gas cair, juga terutama untuk pembangkit listrik.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
komoditas, batu bara

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top