Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Semester I/2019, Rifan Financindo Berjangka Tumbuh Moderat

PT Rifan Financindo Berjangka (RFB) membukukan kinerja yang cukup baik sepanjang semester pertama tahun ini.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 31 Juli 2019  |  15:08 WIB
Ilustrasi - Bisnis
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, BANDUNG - PT Rifan Financindo Berjangka (RFB) membukukan kinerja yang cukup baik sepanjang semester pertama tahun ini.

Indikator kinerja perusahaan tercermin dari dua hal, yaitu pertumbuhan total volume transaksi yang naik sebesar 10,50 persen menjadi 680.141 lot dan pertumbuhan nasabah baru yang meningkat 29,14 persen atau sebanyak 1.693 nasabah baru dibandingkan semester pertama tahun lalu.

CEO RFB Teddy Prasetya menuturkan total volume transaksi bilateral atau Sistem Perdagangan Alternatif (SPA) masih menjadi pendorong utama kinerja perseroan dengan kontribusi mencapai 78,67 persen, dan mengalami kenaikan sebesar 23,02 persen menjadi 535.069 lot.

Sementara itu, total volume transaksi multilateral atau komoditi terkoreksi sebesar 19,65 persen menjadi 145.072 lot dibandingkan semester pertama di tahun 2018 sebesar 180.556 lot.

“Sepanjang enam bulan pertama, kami tumbuh moderat dan masih menempati posisi teratas di industri, kendati kondisi perekonomian masih sedikit melambat,” papar Teddy.

Kendati demikian, perseroan tetap menjadi nomor satu di industri Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) dengan kontribusi 17,89 persen dari total perusahaan pialang berjangka yang menjadi anggota di Bursa Berjangka Jakarta.

Menurut Teddy, catatan prestasi ini akan terus mendorong semangat RFB dalam memberikan layanan terbaik dan memantapkan target  Perseroan mencapai total volume transaksi sebesar 1,5 juta lot di akhir tahun 2019.

Teddy mengatakan bahwa kepercayaan menjadi kunci bisnis perusahaan pialang berjangka, termasuk RFB.

Hal ini hanya bisa dibangun melalui integritas yang ditunjukkan secara konsisten kepada nasabah melalui edukasi dan promosi yang benar, serta penegakan aturan yang tepat.

“Setiap tenaga pialang yang bekerja pada kami, dididik untuk selalu bekerja profesional dan mengedukasikan calon nasabah, tidak hanya dari sisi potensi keuntungan melainkan juga risiko dari investasi," ujarnya.

Semuanya harus sesuai dengan prinsip transparansi yang dianut perusahaan dan salah satu nilai budaya perusahaan adalah 'fairness'.

Direktur Utama RFB Ovide Decroli melihat produk investasi berjangka yang masih akan digemari oleh nasabah adalah Loco London atau investasi emas berjangka hingga akhir tahun ini.

Di tengah ketidakpastian ekonomi dari efek perang dagang, dia yakin emas akan menjadi safe haven. "Di tengah ketidakpastian, investor akan selalu lari ke emas," ungkap Ovide.

Selain itu, emas merupakan instrumen pencadangan yang disimpan oleh banyak negara besar seperti China dan AS. Negara-negara ini pasti akan berusaha keras untuk menjaga stabilitas nilai emasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

emas bursa berjangka
Editor : Akhirul Anwar
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top