Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Trada Alam Minera (TRAM) Dapat Restu Gelar Rights Issue Jumbo

PT Trada Alam Minera Tbk. telah mendapatkan restu untuk menggelar penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu atau rights issue.
Pejalan kaki berjalan di dekat papan elektronik yang menampilkan perdagangan harga saham di Jakarta, Senin (1/7/2019)./Bisnis-Dedi Gunawan
Pejalan kaki berjalan di dekat papan elektronik yang menampilkan perdagangan harga saham di Jakarta, Senin (1/7/2019)./Bisnis-Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA — PT Trada Alam Minera Tbk. telah mendapatkan restu untuk menggelar penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu atau rights issue.

Restu tersebut diberikan pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang digelar perseroan pada Jumat (5/7/2019) di Jakarta.

Direktur Utama Trada Alam Minera Soebianto Hidayat mengatakan target dana yang dihimpun atas aksi korporasi tersebut mencapai Rp10 triliun. Adapun, dana yang berhasil diserap akan digunakan perseroan untuk melakukan ekspansi pembangunan infrastruktur pertambangan guna menunjang mobilitas pengangkutan.

Proyek tersebut akan dikerjakan bersama dengan anak usaha PT Adaro Energy Tbk., PT Alam Tri Abadi. Perjanjian kerja sama tersebut telah disepakati oleh kedua belah pihak dengan ditandatanganinya kesepakatan pada 2 Mei 2019.

Selain untuk proyek tersebut, Soebianto mengungkapkan bahwa perseroan tidak menutup kemungkinan untuk menggunakan dana yang dihimpun untuk belanja kapal pada bisnis pelayaran perseroan.

“Angka pasti [nilai investasi] belum tau, kan feasibility study belum jadi, tapi akan akan besar sekali, makanya kami siapkan permintaan untuk HMETD sampai Rp10 triliun,” ujarnya di Jakarta, Jumat (5/7/2019).

Emiten berkode saham TRAM tersebut akan menerbitkan sebanyak 100 miliar saham atau setara dengan 201,43% dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh perseroan.

Aksi itu akan disertai dengan penerbitan Waran Seri II sebanyak-banyaknya sebesar 35% dari modal disetor dan ditempatkan perseroan. Soebianto mengaku perseroan telah mendapatkan stand by buyer untuk aksi tersebut. “Sudah ada investor stand by, kan HMETD mesti ditawarin ke yang existing dulu,” ungkapnya.

Sebelumnya, perseroan bakal melakukan penggalangan dana kedua yang akan dimitakan restu pemegang saham dalam RUPSLB yakni penerbitan surat utang berdedominasi dolar Amerika Serika sebesar-besarnya US$250 juta atau dalam mata uang rupiah dengan jumlah setara.


Namun, dalam perkembangan yang terbaru, rencana tersebut urung dilakukan perseroan dalam RUPSLB. “Iya [batal], kalau kami bisa rights issue ya rights issue, tanpa bunga kan,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Muhammad Ridwan
Editor : Riendy Astria
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper