Arab Saudi dan Rusia Sepakati Perpanjangan Pembatasan Produksi Minyak

Menteri Energi Arab Saudi, Khalid al-Falih mengatakan bahwa kesepakatan itu kemungkinan besar akan diperpanjang sembilan bulan dan tidak ada pengurangan yang signifikan yang diperlukan.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 30 Juni 2019  |  12:28 WIB
Arab Saudi dan Rusia Sepakati Perpanjangan Pembatasan Produksi Minyak
Ilustrasi pengeboran minyak - Reuters/Ernest Scheyder

Bisnis.com, JAKARTA – Rusia dan Arab Saudi sepakat untuk memperpanjang 6 hingga 9 bulan kesepakatan dengan OPEC untuk mengurangi produksi minyak, ujar presiden Rusia, Vladimir Putin saat harga minyak berada di bawah tekanan baru akibat meningkatnya pasokan AS dan melambatnya ekonomi global.

Menteri Energi Arab Saudi, Khalid al-Falih mengatakan bahwa kesepakatan itu kemungkinan besar akan diperpanjang sembilan bulan dan tidak ada pengurangan yang signifikan yang diperlukan.

Putin, berbicara setelah melakukan pembicaraan dengan putra mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman mengatakan pada konferensi pers bahwa kesepakatan yang akan berakhir pada Minggu (30/6/2019), akan diperpanjang tanpa perubahan seperti saat ini dengan volume yang sama.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak, Rusia dan produsen lain, aliansi yang dikenal sebagai OPEC +, akan bertemu pada 1-2 Juli untuk membahas kesepakatan itu, yang melibatkan pembatasan produksi minyak sebesar 1,2 juta barel per hari.

Amerika Serikat, salah satu produsen minyak terbesar di dunia selain Rusia dan Arab Saudi, tidak berpartisipasi dalam pakta tersebut.

“Kami akan mendukung perpanjangan kesepakatan, baik Rusia dan Arab Saudi. Sejauh menyangkut perpanjangan, kami belum memutuskan apakah akan enam atau sembilan bulan, mungkin sembilan bulan, ”kata Putin seperti dikutip Theguardian.com, Minggu (30/6). Putin bertemu putra mahkota Arab Saudi di sela-sela pertemuan puncak G20 di Jepang.

Falih, yang tiba di Wina untuk pembicaraan OPEC, mengatakan kepada wartawan ketika ditanya tentang preferensi Saudi: “Saya pikir kemungkinan besar perpanjangan 9 bulan.”

Perpanjangan 9 bulan akan berarti kesepakatan berakhir pada Maret 2020. Persetujuan Rusia berarti kelompok OPEC + dapat mengadakan pertemuan dengan lancar jika produsen terbesar ketiga OPEC, Iran, juga mendukung pengaturan tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Harga Minyak, opec, rusia

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top