Totalindo Eka Persada (TOPS) Punya Pipeline Tender Kontrak Baru Rp9,91 Triliun

Direktur Totalindo Eka Persada Andre Chandra Biantoro menuturkan telah memiliki pipeline kontrak baru Rp9,91 triliun sampai dengan akhir Mei 2019. Menurutnya, perseroan tengah mengikuti tender di beberapa proyek.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 24 Juni 2019  |  14:14 WIB
Totalindo Eka Persada (TOPS) Punya Pipeline Tender Kontrak Baru Rp9,91 Triliun
Totalindo Eka Persada - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — PT Totalindo Eka Persada Tbk. telah mengantongi pipeline tender kontrak baru Rp9,91 trilun hingga akhir Mei 2019.

Direktur Totalindo Eka Persada Andre Chandra Biantoro menuturkan telah memiliki pipeline kontrak baru Rp9,91 triliun sampai dengan akhir Mei 2019. Menurutnya, perseroan tengah mengikuti tender di beberapa proyek.

Andre mengungkapkan bahwa tender proyek yang diikuti antara lain proyek apartemen di Jakarta dan Tangerang. Selanjutnya, emiten bekode saham TOPS itu juga mengikuti tender proyek rumah sakit di Pontianak. 

Selain itu, lanjut dia, TOPS juga tengah mengikuti tender salah satu pusat perbelanjaan di Medan serta tender bangunan industri di Karawang. “Di luar itu, ada proyek pemerintah dengan nilai Rp1 triliun,” ujarnya di Jakarta, Senin (24/6/2019).

Dia mengatakan perseroan telah merealisasikan kontrak baru Rp1,72 triliun sampai dengan akhir Mei 2019. Jumlah itu berasal dari proyek Klapa Village Tower B, Rusun Cilangkap, Gedung Pusat Pemulihan Aset Kejaksaan Agung RI, Kingland Avenue Apartment, serta apartemen Sahid Asena.

Andre menyebut perseroan memiliki proyek carry over senilai Rp1,5 triliun pada 2019. Dengan tambahan kontrak baru Rp1,7 triliun, TOPS memiliki kontrak dihadapi atau order book Rp3,2 triliun. “Dengan kondisi seperti itu kami optimistis bisa mencapai target pendapatan dan laba bersih [2019],” jelasnya.

Sebagai catatan, kontraktor swasta itu mengincar pendapatan Rp2 triliun pada 2019 atau naik 37,3% dari Rp1,45 triliun. Dari situ, perseroan optimistis mampu mengantongi laba bersih Rp200 miliar.

Pada kuartal I/2019, jumlah pendapatan yang dibukukan TOPS tercatat turun 60,47% secara tahunan. Jumlah yang dikantongi turun dari Rp488,17 miliar pada kuartal I/2018 menjadi Rp192,95 miliar per akhir Maret 2019.

Akan tetapi, perseroan jumlah pendapatan lainnya yang dikantongi perseroan naik 158,86% secara tahunan menjadi Rp16,49 miliar pada kuartal/2019. Dengan demikian, TOPS masih membukukan pertumbuhan laba tahun berjalan 103,94% secara tahunan menjadi Rp41,97 miliar.

Andre menjelaskan bahwa pendapatan lain-lain pada kuartal I/2019 didapatkan dari pelepasan atau penjualan aset. Dari situ, perseroan mendapatkan tambahan keuntungan Rp16 miliar di luar laba dari jasa konstruksi.

“Ada beberapa aset yang tidak produktif yang dilepas. Kami sudah jual beberapa tanah dan apartemen,” paparnya.

Kendati demikian, dia mengatakan belum berencana melepas aset lagi pada sisa periode 2019. Dengan demikian, perseroan fokus membukukan pandapatan dari jasa konstruksi. “Kalau dilihat dari carry over masih cukup banyak,” imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kinerja emiten, Totalindo Eka Persada

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top