Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Hingga Juni 2019, Bali Towerindo (BALI) Optimistis Bukukan Pendapatan Rp300 Miliar

PT Bali Towerindo Sentra Tbk. (BALI) optimistis target pendapatan Rp600 miliar akan dapat tercapai pada akhir 2019.
Pengunjung menggunakan smartphone di dekat papan elektronik yang menampilkan perdagangan saham di BEI, Jakarta, Rabu (20/3/2019)./Bisnis-Dedi Gunawan
Pengunjung menggunakan smartphone di dekat papan elektronik yang menampilkan perdagangan saham di BEI, Jakarta, Rabu (20/3/2019)./Bisnis-Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bali Towerindo Sentra Tbk. (BALI) optimistis target pendapatan Rp600 miliar akan dapat tercapai pada akhir 2019.

Wakil Direktur Utama BALI Lily Hidayat mengatakan bahwa sampai dengan kuartal kedua perseroan dapat mengantongi pendapatan sebesar Rp300 miliar atau 50% dari total target 2019. Lily menyebut kinerja perseroan selalu meningkat setiap kuartal.

“Pendapatan kuartal I/2019 mencapai Rp141 miliar dan kami punya kecenderungan tiap kuartal selalu ada kenaikan karena ada penambahan pelanggan baru. Kami ekpektasikan pada kuartal kedua meningkat sampai Rp300 miliar jadi bisa dapat Rp600 miliar sesuai target,” katanya.

BALI menargetkan setidaknya bisa mendapatkan EBITDA margin antara 66%-68%. Selain itu perseroan juga menyiapkan dana sebesar Rp500 miliar untuk belanja operasional. Adapun, pendanaanya berasal dari arus kas perusahaan dan pinjaman bank.

Sementara itu, setengah penggunaan belanja modal akan digunakan untuk penambahan menara microcell pole (MCP) sebanyak 500 unit. Lalu, penambahan jaringan fiber to the x (FTTX) sebanyak 60.000 home passed.

Di luar itu, Lily menyebut perusahaan belum ada rencana akusisi tower baik milik operator telekomunikasi atau kompetitor sesama perusahaan menara.

Direktur BALI Robby Hermanto menambahkan bahwa MCP pembangunan akan difokuskan di Jabodetabek, Surabaya, dan Bali. Menurutnya, lokasi tersebut baik secara pengembangan usaha, PDB, dan kepadatan.

BALI, lanjutnya, akan lebih fokus membangun menara MCP lantaran untuk saat ini pasar lebih membutuhkan menara MCP dibandingkan dengan menara makro. Lebih lanjut dia melihat pembangunan menara makro mulai jarang sehingga BALI tidak akan berinvestasi di bidang tersebut. 

Hingga kuartal I/2019, jumlah menara yang dibangun oleh perusahaan sebanyak 1.636 unit, sedangkan sepanjang 2018 perseroan memiliki 1.589 menara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Pandu Gumilar
Editor : Riendy Astria
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper