Ringkasan Perdagangan 19 Juni 2019: IHSG & Rupiah Lanjutkan Penguatan, Komoditas Melemah

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah kompak melanjutkan penguatannya pada akhir perdagangan hari ini.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 20 Juni 2019  |  07:13 WIB
Ringkasan Perdagangan 19 Juni 2019: IHSG & Rupiah Lanjutkan Penguatan, Komoditas Melemah
Pengunjung berjalan di dekat papan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kantor Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (10/6/2019). - Bisnis/Triawanda Tirta Aditya

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah kompak melanjutkan penguatannya pada akhir perdagangan hari ini.

Sementara itu, komoditas harga emas dan harga karet berakhir melemah di tengah kekhawatiran soal perlambatan global yang membatasi permintaan.

Berikut adalah ringkasan perdagangan di pasar saham, mata uang, dan komoditas yang dirangkum Bisnis.com hari ini, Rabu (19/6/2019):

 IHSG Menguat di Hari Kedua

IHSG ditutup menguat 1,31 persen atau 81,93 poin ke level 6.339,26 dari level penutupan perdagangan sebelumnya. Pada perdagangan Selasa (18/6), IHSG rebound dan ditutup menanjak 1,08 persen atau 66,8 poin di level 6.257,33.

Seluruh sembilan sektor menetap di zona hijau, dipimpin oleh sektor industri dasar yang menguat 2,68 persen, disusul sektor infrastruktur yang naik 2,12 persen.

Sebanyak 264 saham menguat, 154 saham melemah, dan 217 saham stagnan dari 635 saham yang diperdagangkan.

Saham PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) dan PT Astra International Tbk. (ASII) yang masing-masing naik 3,02 persen dan 2 persen menjadi pendorong utama penguatan IHSG hari ini.

 Pergerakan Kurs Rupiah

Nilai tukar rupiah di pasar spot berakhir menguat 56 poin atau 0,39 persen ke level Rp14.270 per dolar AS, setelah bergerak pada kisaran Rp14.262 – Rp14.275 per dolar AS.

Rupiah melanjutkan penguatannya setelah mampu rebound dan berakhir terapresiasi 11 poin atau 0,08 persen di level Rp14.326 per dolar AS pada perdagangan Selasa (18/6).

Investor Asing Bukukan Net Buy Rp497,19 Miliar

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), investor asing membukukan aksi beli bersih atau net buy senilai sekitar Rp497,19 miliar pada perdagangan hari ini.

Investor asing membukukan aksi beli sekitar 907,99 juta lembar saham senilai Rp3,42 triliun. Adapun aksi jual oleh investor asing tercatat 1,77 miliar lembar saham senilai sekitar Rp2,92 triliun.

Total nilai transaksi yang terjadi di lantai bursa hari ini mencapai sekitar Rp10,46 triliun dengan volume perdagangan tercatat sekitar 16,58 miliar lembar saham.

Pasar Berharap pada Perubahan Sikap The Fed, Bursa Asia Menguat

Bursa saham Asia mencapai level tertinggi dalam lima pekan terakhir pada perdagangan Rabu (19/6/2019) karena investor berspekulasi Federal Reserve akan mengikuti jejak Bank Sentral Eropa dan membuka pintu bagi penurunan suku bunga.

Indeks MSCI Asia Pacific di luar Jepang menguat 1,8 persen, reli harian terbesar sejak Januari. Sementara itu, indeks Shanghai Composite dan CSI 300 China menguat masing-masing 0,96 persen dan 1,32 persen.

Indeks Nikkei 225 dan Topix Jepang ditutup menguat 1,93% dan 1,74 persen, sementara indeks S&P/ASX 200 Australia menguat 1,19 persen ke level tertinggi dalam 11 tahun. Adapun indeks Kospi Korea Selatan ditutup menguat 1,24 persen.

 Pergerakan Harga Emas

Harga emas Comex untuk kontrak Agustus 2019 terpantau melemah 3,3 poin atau 0,24 persen ke level US$1.347,40 per troy ounce pada pukul 19.18 WIB.

Sepanjang perdagangan hari ini, harga emas bergerak di level 1.344,80-1.351,10 per troy ounce.

Sementara itu, harga emas batangan Antam berdasarkan daftar harga emas untuk Butik LM Pulogadung Jakarta menguat Rp2.000 menjadi Rp684.000 per gram. Harga pembelian kembali atau buyback emas Antam pun naik Rp2.000 menjadi Rp613.000 per gram.

Pasar Fokus pada Peningkatan Pasokan, Harga Karet Melemah

Berdasarkan data Bloomberg, harga karet untuk kontrak teraktif September 2019 di Shanghai Futures Exchange ditutup melemah 0,60 persen ke posisi 11.740 yuan per ton dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Harga karet telah melemah selama enam hari berturut-turut. Adapun pada perdagangan Selasa (18/6), harga karet kontrak September berakhir turun 0,76 persen di posisi 10.805.

Berbanding terbalik dengan harga karet Shanghai, harga karet untuk kontrak teraktif November 2019 di Tokyo Commodity Exchange (Tocom) ditutup menguat 1,35 persen atau 2,70 poin di level 202,70 yen per kg.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Gonjang Ganjing Rupiah, Harga Emas Hari Ini, Indeks BEI

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup