Pasar Berharap pada Perubahan Sikap The Fed, Bursa Asia Menguat

Bursa saham Asia mencapai level tertinggi dalam lima pekan terakhir pada perdagangan Rabu (19/6/2019) karena investor berspekulasi Federal Reserve akan mengikuti jejak Bank Sentral Eropa dan membuka pintu bagi penurunan suku bunga.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 19 Juni 2019  |  15:18 WIB
Pasar Berharap pada Perubahan Sikap The Fed, Bursa Asia Menguat
bursa asia

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Asia mencapai level tertinggi dalam lima pekan terakhir pada perdagangan Rabu (19/6/2019) karena investor berspekulasi Federal Reserve akan mengikuti jejak Bank Sentral Eropa dan membuka pintu bagi penurunan suku bunga.

Memang, kejutan dari Presiden European Central Bank (ECB) Mario Draghi mengenai pelonggaran moneter memicu pembicaraan tentang gelombang stimulus bank sentral di seluruh dunia, sehingga memicu penguatan saham, obligasi, dan harga komoditas.

Menambah sentiment positif, Presiden AS Donald Trump akan bertemu dengan Presiden China Xi Jinping di KTT G20 akhir bulan ini, meskipun sebagian besar analis ragu akan ada terobosan yang menentukan untuk mengakhiri sengketa perdagangan.

"Kami berharap tidak ada perubahan nyata setelah pertemuan pada KTT G20. (Tapi) fakta bahwa kedua belah pihak melakukan perundingan setidaknya akan menunda rencana kenaikan tarif lebih lanjut," kata Iris Pang, ekonom ING dalam sebuah catatan, seperti dikutip Reuters.

Indeks MSCI Asia Pacific di luar Jepang menguat 1,8 persen, reli harian terbesar sejak Januari. Sementara itu, indeks Shanghai Composite dan CSI 300 China menguat masing-masing 0,96 persen dan 1,32 persen.

Indeks Nikkei 225 dan Topix Jepang ditutup menguat 1,93% dan 1,74 persen, sementara indeks S&P/ASX 200 Australia menguat 1,19 persen ke level tertinggi dalam 11 tahun. Adapun indeks Kospi Korea Selatan ditutup menguat 1,24 persen.

Semua mata pelaku pasar tertuju pada The Fed yang dijadwalkan merilis pernyataan pada Kamis pukul 01.00 WIB GMT, diikuti oleh konferensi pers oleh Gubernur The Fed Jerome Powell tak lama setelahnya.

Namun semua tuntutan untuk pelonggaran menciptakan risiko yang akan mengecewakan The Fed.

"Ekspektasi pasar untuk perubahan sikap menjadi dovish hampir universal, satu-satunya pertanyaan tampaknya adalah seberapa besar," kata Blake Gwinn dari NatWest Markets.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Bursa Asia

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup