Dikepung Sentimen Negatif, Saham Grup MNC Diwarnai Aksi Profit Taking

Aksi profit taking yang dilakukan investor setelah penguatan mayoritas saham MNC grup ditengarai menjadi faktor anjloknya harga saham grup milik Hary Tanoesoedibjo pada penutupan perdagangan Senin (17/6/2019).
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 17 Juni 2019  |  17:45 WIB
Dikepung Sentimen Negatif, Saham Grup MNC Diwarnai Aksi Profit Taking
Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo menyampaikan sambutan pada pembukaan perdagangan saham di Jakarta, Senin (8/10/2018). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA — Aksi profit taking yang dilakukan investor setelah penguatan mayoritas saham MNC grup ditengarai menjadi faktor anjloknya harga saham grup milik Hary Tanoesoedibjo pada penutupan perdagangan Senin (17/6/2019).

Head of Research Reliance Sekuritas Lanjar Nafi mengatakan potensi aksi profit taking mungkin terjadi setelah mencapai target penguatan. Selain itu, kata Lanjar, saham grup ini juga ramai kabar yang berhembus mengenai gagalnya aksi investasi dari perusahaan Vivendi.

Perusahaan internasional asal Perancis yang bergerak dalam bidang musik, televisi, film, percetakan, telekomunikasi, dan internet tersebut sebelumnya akan berinvestasi sekitar US$400 juta ke dalam MNC Vision.

Namun, Lanjar menilai kabar negatif tak berhenti di situ saja. Masih banyak kabar negatif yang berhembus terkait dengan kasus mobile 8 yang dialami sang pemilik yakni Hary Tanoseodibjo yang  kembali diungkit pada sidang MK.

Dengan sejumlah kabar tersebut, dia merekomendasikan Buy on Weakness untuk PT Media Nusantara Citra Tbk. Hal itu dikarenakan masih menariknya harga saham yang berada di bawah Rp1.000. "Namun, sebaiknya tunggu pada level support MA50-MA200 di kisaran Rp930-Rp850 dan akumulasi kembali bila menguat di atas level Rp1.000," katanya, Senin (17/6/2019).

Sementara itu, untuk PT Global Mediacom Tbk. (BMTR), pergerakan harga saham kembali pada level support MA200 cukup menarik untuk harga saat ini. Menurutnya, saham BMTR bisa mulai dicermati jika menguat di atas Rp360.  Dia menyarankan untuk melakukan trading jangka pendek memanfaatkan aksi teknikal rebound.

Secara fundamental MNCN, Reliance Sekuritas mmemperkirakan pertumbuhan pendapatan MNCN tumbuh stagnan pada angka 5% dengan bottom line pada kisaran 7.,% dan NPM yang terkendali diatas 20%. TP secara fundamental berada pada kisaran Rp1.200.

Adapun saham-saham di bawah MNC Grup tercatat mendarat di zona merah pada penutupan perdagangan Senin (17/6/2019).

Penurunan terbesar dicatatkan oleh PT Media Nusantara Citra Tbk. (MNCN) sebesar 325 poin atau turun 25% menuju level Rp975 dibandingkan pada saat pembukaan di level Rp1.300. Perusahaan yang menaungi stasiun tv RCTI ini, selama sepekan ini saham MNCN telah turun 18,75%.

Saham MNCN diperdagangkan pada PER 6.37 kali dan nilai kapitilisasi pasar Rp13,92 triliun. Selanjutnya, PT Global Mediacom Tbk. (BMTR) turun 120 poin atau 25% ke level Rp360 dibandingkan pada saat pembukaan perdagangan Senin (17/6/2019) senilai Rp490. Seperti MNCN, saham emiten yang menaungi global TV ini memerah sebesar 15% selama sepekan.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
mnc, grup mnc

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup