Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bakal Tambah 10 Filling Stations, Aneka Gas Industri (AGII) Siapkan Capex Rp300 Miliar 

PT Aneka Gas Industri Tbk. menyiapkan belanja modal sekitar Rp300 miliar pada 2019, di antaranya untuk menambah 10 stasiun pengisian gas industri (filling station) pada tahun ini. 
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 12 Juni 2019  |  17:30 WIB
Direktur Utama PT Aneka Gas Industri Tbk. Rachmat Harsono. - JIBI/Endang Muchtar
Direktur Utama PT Aneka Gas Industri Tbk. Rachmat Harsono. - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA - PT Aneka Gas Industri Tbk. menyiapkan belanja modal sekitar Rp300 miliar pada 2019, di antaranya untuk menambah 10 stasiun pengisian gas industri (filling station) pada tahun ini. 

Presiden Direktur Aneka Gas Industri Rachmat Harsono menuturkan, sumber pendanaan untuk belanja modal berasal dari kas internal. Dalam RUPST yang digelar pada Rabu (12/6/2019), sisa laba bersih tahun berjalan 2018 sebesar Rp84,77 miliar digunakan untuk ekspansi perseroan. 

Emiten dengan kode saham AGII ini, juga masih memiliki sisa dana hasil IPO sebesar Rp68 miliar. Adapun, belanja modal sebesar Rp50 miliar berasal dari hasil obligasi berkelanjutan I tahap III 2019. 

"Sumbernya masih kas internal, sisanya bisa dari pinjaman," katanya usai RUPST pada Rabu (12/6/2019). 

Rachmat mengungkapkan, perseroan berencana menambah 10 filling stations baru untuk pelanggan ritel. Dengan demikian, pada akhir tahun ini, total stasiun pengisian diharapkan dapat mencapai 110 filling stations. 

Hingga Juni 2019, perseroan telah membangun 5 dari target 10 filling stations. Penambahan jumlah filling stations ini diharapkan mampu meningkatkan pemanfaatan kapasitas pabrik perseroan dan mendorong pendapatan perseroan di sektor distribusi gas pada tahun ini. 

Perseroan memiliki 44 plant dengan utilisasi 63%. Dengan penambahan filling stations tersebut, utilisasi diperkirakan meningkat menjadi 70%. 

Pada 2019, perseroan mengincar pendapatan sebesar Rp2,35 miliar atau naik 13,39% secara tahunan, serta laba komprehensif yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp132,96 miliar. 

Hingga kuartal I/2019, AGII telah mengantongi pendapatan Rp522,35 miliar atau naik 6,68% secara tahunan. Adapun, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp29,98 miliar atau naik 14,08% secara tahunan. 

Di samping untuk penambahan filling stations, belanja modal juga digunakan untuk perawatan mesin-mesin dan menambah unit liquefaction. "Kami akan growth double digit atau di atas dua kali GDP," katanya. 
 
Rachmat menjelaskan, pendapatan perseroan tahun ini masih didorong oleh sektor healthcare. Perseroan menguasai 85% pangsa pasar gas industri untuk sektor medis. 

Kontributor pendapatan terbesar berikutnya berasal dari sektor ritel (filling stations), industri food and beverage, serta industri metal dan energi. Dia menyebut, sekitar 50% pendapatan perseroan berasal dari sektor healthcare dan ritel. 

"Healthcare menyumbang lebih dari 30% terhadap pendapatan perseroan," imbuhnya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kinerja emiten aneka gas industri
Editor : Riendy Astria
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top