Aksi Korporasi : Harga Saham FCA dan Renault Anjlok setelah Rencana Merger Gagal

Harga saham Renault turun 7,1% pada level 52,22 euro. Saham FCA di Milan turun 1,9% menjadi 11,48 euro. Saham PSA naik 1,6%.
Aksi Korporasi : Harga Saham FCA dan Renault Anjlok setelah Rencana Merger Gagal Anitana Widya Puspa | 06 Juni 2019 16:07 WIB
Aksi Korporasi : Harga Saham FCA dan Renault Anjlok setelah Rencana Merger Gagal
Renault Koleos. - RENAULT

Bisnis.com, JAKARTA —  Harga saham Fiat Chrysler (FCA) dan Renault turun tajam pada awal perdagangan pada Kamis setelah rencana merger keduanya senilai US$35 miliar gagal hanya dalam 10 hari setelah dipublikasikan.

Menurut Reuters Kamis (6/6/2019), saham Renault turun 7,1% pada level 52,22 euro. Saham FCA di Milan turun 1,9% menjadi 11,48 euro. Saham PSA naik 1,6%.

Menteri Keuangan Prancis Bruno Le Maire mengatakan bahwa pemerintah, yang memiliki 15% saham di Renault, telah terlibat secara konstruktif dalam perundingan, tetapi tidak bisa melangkah lebih jauh bila tidak didukung oleh mitra Renault saat ini, Nissan.

Nissan mengatakan akan abstain pada rapat dewan Renault terkait dengan proposal merger.

“Kesepakatan telah dicapai pada tiga dari empat kondisi. Yang masih harus diperoleh adalah dukungan eksplisit dari Nissan, ”kata Le Maire.

Sementara itu, Menteri Anggaran Perancis Gerald Darmanin berharap pintu kesepakatan "tidak ditutup".

Dia mengatakan pemerintah dengan senang hati memeriksa kembali setiap proposal baru dari FCA.

Runtuhnya kesepakatan akan menyisakan pertanyaan tentang bagaimana FCA dan Renault menghadapi tantangan investasi mahal dalam mobil listrik dan self-driving.

Merger ini bertujuan untuk mencapai sinergi tahunan senilai 5 miliar euro ($ 5,6 miliar), dengan FCA mendapatkan akses ke teknologi penggerak listrik dan perusahaan Prancis tersebut mendapatkan bagian dari merek Jeep dan RAM yang menguntungkan FCA.

FCA telah lama mencari mitra merger dan sebelumnya juga tidak menemui kesepakatan dengan PSuge Group Peugeot, di mana negara Prancis juga memiliki saham.

Keputusan FCA untuk mengakhiri perundingan juga dapat memperparah hubungan antara Renault dan Nissan, yang sudah tegang sejak penangkapan ketua aliansi Carlos Ghosn. Charlos Ghosn kini menghadapi persidangan di Jepang atas tuduhan pelanggaran keuangan yang ia bantah.

Hal Ini juga dapat menambah frustrasi investor dengan Prancis, yang memiliki sejarah panjang dengan perusahaan.

Kegagalan kesepakatan itu juga kemungkinan akan memicu ketegangan politik antara Prancis dan Italia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
saham, Aksi Korporasi, renault

Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top