Fed Bakal Pangkas Suku Bunga, Euro Menguat

Dolar AS melemah terhadap mata uang utama global lainnya pada Selasa (4/6/2019), terutama euro, usai pernyataan bernada dovish dari pejabat Federal Reserve yang membuka peluang penurunan bunga acuan The Fed pada pertemuan FOMC bulan depan.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 04 Juni 2019  |  11:06 WIB
Fed Bakal Pangkas Suku Bunga, Euro Menguat
Mata uang Euro - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA—Dolar AS melemah terhadap mata uang utama global lainnya pada Selasa (4/6/2019), terutama euro, usai pernyataan bernada dovish dari pejabat Federal Reserve yang membuka peluang penurunan bunga acuan The Fed pada pertemuan FOMC bulan depan.

Dalam laporan Monex Investindo Futures, Kepala Fed St. Louis James Bullard mengatakan penurunan suku bunga Fed akan segera dipastikan. Menurunkan target suku bunga jangka pendek bank sentral dapat dilakukan untuk menopang inflasi dan melawan risiko ekonomi dari meningkatnya perang perdagangan.

Bullard memang dikenal sebagai figur pejabat The Fed yang dovish, anggota FOMC yang memiliki hak suara penentuan bunga Fed di tahun ini, dan pendukung utama untuk menjaga biaya pinjaman tetap rendah.

“Dia merupakan anggota Fed pertama yang secara terbuka menyatakan penurunan suku bunga usai Fed menahan suku bunga pada bulan Januari,” papar Monex.

Pernyataan Bullard meningkatkan pembelian obligasi AS, sehingga yield semakin menurun. Terhadap yield obligasi Jerman yang menjadi acuan di zona euro, spreadnya semakin menyempit sejak Jumat.

Spread antara yield obligasi pemerintah 10-tahun AS dan Jerman turun ke 233 basis poin pada hari Jumat, level terendah sejak April 2018. Sementara itu, perbedaan yield dua-tahun turun ke 260 basis poin, level terendah sejak Februari 2018.

Akibatnya, EURUSD menguat sejak Jumat, berlanjut pada Senin kemarin dan hingga Selasa. Pada perdagangan Selasa (4/6/2019) pukul 10:50 WIB, EUR naik 0,1% atau 0,0011 poin menjadi 1,1252 per dolar AS.

 

Bisnis.com, JAKARTA—Dolar AS melemah terhadap mata uang utama global lainnya pada Selasa (4/6/2019), terutama euro, usai pernyataan bernada dovish dari pejabat Federal Reserve yang membuka peluang penurunan bunga acuan The Fed pada pertemuan FOMC bulan depan.

 

Dalam laporan Monex Investindo Futures, Kepala Fed St. Louis James Bullard mengatakan penurunan suku bunga Fed akan segera dipastikan. Menurunkan target suku bunga jangka pendek bank sentral dapat dilakukan untuk menopang inflasi dan melawan risiko ekonomi dari meningkatnya perang perdagangan.

 

Bullard memang dikenal sebagai figur pejabat The Fed yang dovish, anggota FOMC yang memiliki hak suara penentuan bunga Fed di tahun ini, dan pendukung utama untuk menjaga biaya pinjaman tetap rendah.

 

“Dia merupakan anggota Fed pertama yang secara terbuka menyatakan penurunan suku bunga usai Fed menahan suku bunga pada bulan Januari,” papar Monex.

Pernyataan Bullard meningkatkan pembelian obligasi AS, sehingga yield semakin menurun. Terhadap yield obligasi Jerman yang menjadi acuan di zona euro, spreadnya semakin menyempit sejak Jumat.

Spread antara yield obligasi pemerintah 10-tahun AS dan Jerman turun ke 233 basis poin pada hari Jumat, level terendah sejak April 2018. Sementara itu, perbedaan yield dua-tahun turun ke 260 basis poin, level terendah sejak Februari 2018.

Akibatnya, EURUSD menguat sejak Jumat, berlanjut pada Senin kemarin dan hingga Selasa. Pada perdagangan Selasa (4/6/2019) pukul 10:50 WIB, EUR naik 0,1% atau 0,0011 poin menjadi 1,1252 per dolar AS.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
euro, euro

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top