IHSG Cetak Pekan Terbaik Sejak Juli 2018

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kompak ditutup menguat bersama nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari kedua berturut-turut, Jumat (24/5/2019).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 24 Mei 2019  |  17:17 WIB
IHSG Cetak Pekan Terbaik Sejak Juli 2018
Karyawan melintas di depan layar pergerakan saham di Plaza Mandiri, Jakarta, Senin (29/4/2019)./ANTARA FOTO - Rivan Awal Lingga

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kompak ditutup menguat bersama nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari kedua berturut-turut, Jumat (24/5/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG berakhir menguat 0,41 persen atau 24,66 poin di level 6.057,35 dari level penutupan perdagangan sebelumnya. Pada perdagangan Kamis (23/5), IHSG berakhir di posisi 6.032,70 dengan kenaikan tajam 1,57 persen atau 93,06 poin.

Indeks mulai melanjutkan penguatannya dengan dibuka naik 0,16 persen atau 9,88 poin di level 6.042,57 pagi tadi. Level penutupan yang dibukukan hari ini adalah yang tertinggi sejak 14 Mei.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak di level 6.037,08 – 6.080,19.

Sebanyak enam dari sembilan sektor berakhir di wilayah positif, dipimpin infrastruktur (+1,73 persen) dan aneka industri (+0,82 persen). Tiga sektor lainnya berakhir negatif, dipimpin sektor tambang yang melemah 0,70 persen.

Dilansir Bloomberg, IHSG membukukan pekan terbaiknya dalam hampir satu tahun saat aktivitas di ibu kota kembali berjalan normal. Pusat ibu kota sempat diricuhkan aksi unjuk rasa menolak hasil penghitungan suara Pilpres 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Berdasarkan hasil Pemilu 2019 yang ditetapkan KPU RI pada Selasa (21/5/2019), Jokowi-Ma'ruf dinyatakan menang setelah meraih 85.607.362 suara atau 55,50 persen, unggul 16.957.123 atau 11 persen dari Prabowo-Sandi yang mendapatkan 68.650.239 suara atau 45,50 persen.

Tak tanggung-tanggung, IHSG mencatat kenaikan mingguan sebesar 3,9 persen sepanjang pekan ini, kenaikan terbesar sejak Juli 2018 juga kinerja terkuat di antara pasar saham utama di Asia.

“Permintaan untuk saham didukung oleh euforia pemilu di antara investor lokal. IHSG bisa rebound ke level 6.510 sebelum akhir tahun,” ujar Hariyanto Wijaya, kepala riset di Mirae Asset Sekuritas.

Dari 633 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, sebanyak 212 saham menguat, 183 saham melemah, dan 238 saham stagnan.

Saham PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) yang masing-masing naik 2,46 persen dan 1,65 persen menjadi pendorong utama berlanjutnya penguatan IHSG.

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis-27 lanjut berakhir menguat 0,49 persen atau 2,56 poin di level 527,6, setelah ditutup naik tajam 2,32 persen atau 11,92 poin di posisi 525,04 pada Kamis (23/5).

Nilai tukar rupiah pun ditutup menguat 88 poin atau 0,61 persen ke level Rp14.392 per dolar AS pada Jumat (24/5), penguatan hari kedua berturut-turut.

Meski demikian, aksi jual bersih berlanjut untuk hari kedua berturut-turut. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net sell) senilai Rp369,73 miliar pada perdagangan hari ini.

Indeks saham lainnya di Asia mayoritas juga ditutup positif, di antaranya indeks Topix Jepang (+0,04 persen), indeks FTSE Straits Times Singapura (+0,23 persen), dan indeks Hang Seng Hong Kong (+0,32 persen).

Di China, dua indeks saham acuannya Shanghai Composite dan CSI 300, juga berakhir di zona hijau masing-masing dengan kenaikan 0,02 persen dan 0,28 persen.

Secara keseluruhan, bursa Asia mampu bergerak ke posisi lebih tinggi bersama bursa Eropa dan indeks futures Amerika Serikat (AS), di tengah bertahannya eskalasi tensi perdagangan antara AS dan China.

Indeks MSCI All Country naik 0,2 persen pada perdagangan sore ini, tetapi tetap mengarah menuju penurunan mingguan ketiganya, rangkaian pelemahan terpanjang sejak aksi jual besar-besaran pada Desember 2018.

Presiden AS Donald Trump untuk pertama kalinya mengaitkan perselisihan soal raksasa telekomunikasi Huawei yang dia pandang sebagai ancaman terhadap keamanan Amerika Serikat dengan kesepakatan untuk menyelesaikan perang dagang AS-China.

Menurut Trump apa yang telah dilakukan Huawei dari sudut pandang keamanan dan sudut pandang militer sangat berbahaya.

Meski demikian, Trump mengatakan ada ‘kemungkinan bagus’ Washington akan mencapai kesepakatan dengan Beijing untuk mengakhiri meningkatnya konflik perdagangan. Selain itu ada kemungkinan bahwa Huawei akan dimasukkan dalam kesepakatan perdagangan.

"Mungkin terlalu jauh jika ada optimisme atas kesepakatan perdagangan tetapi mungkin ada sedikit lebih optimisme atas bagaimana wacananya berkembang,” ujar chief economist Investec Philip Shaw, seperti dikutip Reuters.

Saham-saham pendorong IHSG:

Kode

Kenaikan (persen)

TLKM

+2,46

BMRI

+1,65

UNVR

+0,99

FREN

+6,77

Saham-saham penekan IHSG:

 Kode

Penurunan (persen)

FIRE

-13,98

UNTR

-1,76

DUTI

-18,48

INKP

-4,26

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, Gonjang Ganjing Rupiah

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top