Bayar Utang Anak Usaha, Tower Bersama (TBIG) Terbitkan Obligasi Rp750 Miliar

Emiten menara telekomunikasi PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG) akan menerbitkan obligasi yang akan digunakan untuk pembayaran sebagian kewajiban keuangan anak perseroan.
Dwi Nicken Tari | 10 Mei 2019 15:45 WIB
PT Tower Bersama Infrastructure Tbk - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten menara telekomunikasi PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG) akan menerbitkan obligasi yang akan digunakan untuk pembayaran sebagian kewajiban keuangan anak perseroan.

Melalui prospektus yang diterbitkan, emiten berkode saham TBIG melaporkan akan meluncurkan Obligasii Berkelanjutan III Tower Bersama Infrastructure Tahap III Tahun 2019 dengan nilai penerbitan sebesar Rp750 miliar.

Surat berharga tersebut merupakan bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan III Tower Bersama Infrastructure yang memiliki target penghimpunan dana senilai Rp7 triliun. 

Pada penawaran obligasi ini, TBIG menunjuk PT CGS-CIMB Sekuritas Indonesia, PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, dan PT Indo Premier Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Adapun masa penawaran umum akan berlangsung pada 21 Mei—22 Mei 2019 dengan tanggal penjatahan pada 23 Mei 2019. Obligasi tersebut diterbitkan tanpa warkat dan ditawarkan dengan nilai 100% dari jumlah pokok obligasi serta tingkat bunga tetap sebesar 8,0%. 

Perseroan menyampaikan, dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum tersebut seluruhnya akan digunakan untuk pembayaran sebagian kewajiban keuangan PT Solu Sindo Kreasi Pratama (SKP) yang merupakan entitas anak perseroan.

Adapun kewajiban tersebut terkait dengan Fasilitas Pinjaman Revolving Seri B dalam US$1 miliar Facilities Agreement dan Fasilitas Pinjaman Revolving dalam US$200 juta Facility Agreement yang keduanya akan dibayarkan kepada para kreditur melalui United Overseas Bank Ltd. selaku agen.

“Mengingat kewajiban keuangan yang akan dilunasi dalam mata uang dolar AS, maka dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum Obligasi, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, akan dikonvesrsi ke dalam mata uang dolar AS pada nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar AS yang berlaku pada tanggal pembayaran,” mengutip prospektus TBIG, Jumat (10/5/2019).

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2018, TBIG memiliki liabilitas yang seluruhnya berjumlah Rp25,43 triliun, terdiri dari liabilitas jangka pendek senilai Rp6,42 triliun dan liabilitas jangka panjang senilai Rp19,00 triliun. Sementara DER tercatat 691,23%.

Adapun, pendapatan TBIG tercatat naik 7,21% menjadi Rp4,3 triliun secara tahunan pada akhir tahun lalu dari posisi Rp4,02 triliun pada 2017. Namun, laba bersih perseroan tergerus 70,61% menjadi Rp680,68 miliar yoy dibandingkan dengan Rp2,31 triliun pada tahun sebelumnya.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
tower bersama, kinerja emiten

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup