Rajawali Capital: Penjualan Saham BWPT Sebesar 37 Persen ke Felda, Sah!

Managing Director Rajawali Capital International Satrio Tjai menegaskan, Felda dan Rajawali telah menyepakati suatu kemitraan strategis dan investasi jangka panjang di perkebunan kelapa sawit melalui transaksi BWPT.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 17 April 2019  |  21:33 WIB
Rajawali Capital: Penjualan Saham BWPT Sebesar 37 Persen ke Felda, Sah!
Perkebunan Sawit BWPT. - bwpt

Bisnis.com, JAKARTA--PT Rajawali Capital International (Rajawali) menegaskan transaksi jual beli saham PT Eagle High Plantation Tbk. (BWPT) sebesar 37 persen kepada FIC Properties SDN BHD (anak perusahaan Felda) adalah sah.

Managing Director Rajawali Capital International Satrio Tjai menegaskan, Felda dan Rajawali telah menyepakati suatu kemitraan strategis dan investasi jangka panjang di perkebunan kelapa sawit melalui transaksi BWPT.

Sebab, Felda memiliki keterbatasan cadangan lahan dan perkebunan sawit yang berumur tua. Kemitraan ini juga memberikan Rajawali akses terhadap teknologi dan R&D kelas dunia yang dikembangkan FELDA selama 50 tahun terakhir.

Kemitraan strategis dalam BWPT memberikan Felda akses terhadap perkebunan dengan 145.000 hektare tanaman menghasilkan yang masih muda di Indonesia, yang sejalan dengan upaya pemerintah Malaysia untuk memastikan negaranya terus menjadi pemain utama dalam industri kelapa sawit global.

Satrio menambahkan, transaksi BWPT adalah kemitraan strategis antara Felda dan Rajawali dalam investasi jangka panjang kedua belah pihak di perkebunan kelapa sawit, yang tercermin dari kepemilikan saham Felda-Rajawali 37:37 pada BWPT bukan hanya sekadar transaksi bursa saham biasa. 

Adapun transaksi jual beli sebagian saham BWPT berhasil diselesaikan pada Mei 2017 dan dipuji sebagai peristiwa penting dalam sejarah kedua perusahaan, yaitu, Felda dan Rajawali dan kedua negara, yaitu Malaysia dan Indonesia. 

"Transaksi BWPT juga memperkuat hubungan kerja sama Malaysia-Indonesia dan sinergi sebagai dua produsen minyak kelapa sawit terbesar di dunia dan juga merupakan katalis untuk mengupayakan terlaksananya agenda Dewan Negara-Negara Penghasil Minyak Sawit (CPOPC) dalam rangka menstabilkan harga minyak sawit global," tulisnya dalam keterangan resmi, Rabu (17/4/2019).

Menurutnya, transaksi jual beli Eagle High Plantation dinegosiasikan secara intensif. Sepanjang proses transaksi BWPT, Felda didampingi dan dibantu oleh penasihat keuangan dan beberapa penasihat hukum terkemuka.

Semua prasyarat pendahuluan yang harus dipenuhi (termasuk memperoleh semua persetujuan yang disyaratkan dari pemerintah Malaysia dan Indonesia), telah dipenuhi sebelum penyelesaian transaksi pada Mei 2017

"Felda dan Rajawali, maupun anak perusahaan Felda atau Rajawali, tidak atau tidak pernah terlibat dalam proses pengadilan. Setiap pernyataan yang bertentangan dengan fakta tersebut  adalah tidak benar atau tidak akurat," ungkapnya.

Rajawali akan selalu mematuhi dan menghormati perjanjian yang telah dibuatnya dengan para pemangku kepentingan dan mitra-mitranya, termasuk Felda. 

Sebagai informasi, pada akhir 2018, Eagle High Plantation produksi TBS (tandan buah segar) tumbuh sebesar 33 perden dan diperkirakan akan terus tumbuh pada kecepatan yang sama selama 5 tahun ke depan saat perkebunan mencapai usia produktif yang optimum. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kinerja emiten, bwpt, rajawali group

Editor : Rahayuningsih

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top