Komentar Mario Draghi Pukul Pasar Saham Jepang

Bursa saham Jepang merosot lebih dari 1% pada akhir perdagangan hari ini, Kamis (28/3/2019), di tengah meningkatnya kekhawatiran seputar pertumbuhan ekonomi global.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 28 Maret 2019  |  15:25 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Jepang merosot lebih dari 1% pada akhir perdagangan hari ini, Kamis (28/3/2019), di tengah meningkatnya kekhawatiran seputar pertumbuhan ekonomi global.

Indeks Topix ditutup melemah 1,66% atau 26,64 poin di level 1.582,85 dari level penutupan perdagangan sebelumnya. Pada Rabu (27/3), Topix berakhir turun 0,52% atau 8,45 poin di posisi 1.609,49.

Saham Keyence Corp. dan Toyota Motor Corp. yang masing-masing turun 3,59% dan 1,65% menjadi penekan utama pelemahan Topix hari ini.

Sejalan dengan Topix, indeks Nikkei 225 berakhir melemah 1,61% atau 344,97 poin di level 21.033,76, setelah ditutup terkoreksi 0,23% atau 49,66 poin di level 21.378,73 pada perdagangan Rabu.

Dari 225 saham yang diperdagangkan pada indeks Nikkei, hanya 7 saham yang menguat. Sementara itu, 218 saham lainnya melemah. Saham Fast Retailing Co. Ltd. dan FamilyMart UNY Holdings Co. Ltd. yang masing-masing 1,06% dan 3,44% menjadi penekan utamanya.

Pelemahan yang dialami hari ini membuat pasar saham Jepang membukukan kinerja terburuk di antara pasar negara maju di dunia.

Fakta ini sekaligus menyoroti betapa sensitifnya saham Negeri Sakura terhadap indikator ekonomi di AS dan Eropa. Indeks volatilitas pada Topix pun naik ke level tertingginya sejak Januari.

Gubernur Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB) Mario Draghi menyatakan masih dibutuhkannya sikap yang akomodatif soal kebijakan moneter. Pernyataannya itu meningkatkan kekhawatiran seputar pertumbuhan ekonomi global.

Kinerja obligasi terus menguat pada perdagangan hari ini, sehingga mendorong imbal hasil obligasi bertenor 10 tahun ke level terendahnya sejak Desember 2017. Imbal hasil obligasi Jerman pun turun lebih lanjut ke bawah nol menyusul komentar Draghi tersebut.

 “Ekonomi Eropa memburuk, memperkeruh prospek seputar ekonomi global. Tren penjualan saham menguat,” ujar Shuji Hosoi, pakar strategi senior di Daiwa Securities Co., seperti dikutip Bloomberg.

Berbanding terbalik dengan pasar saham Jepang, nilai tukar yen, yang bersifat safe haven di tengah keresahan dan ketidakpastian global, lanjut menguat 0,34 poin atau 0,31% ke level 110,17 yen per dolar AS pukul 14.30 WIB, setelah berakhir terapresiasi 0,12 poin di posisi 110,51 pada Rabu (27/3). 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bursa jepang, indeks topix

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top