Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Lelang SUN: Penawaran Investor Diperkirakan Melebihi Rp55 Triliun

Sejumlah analis meyakini penawaran investor dalam lelang surat utang negara atau SUN hari ini, Selasa (26/3/2019) akan cukup tinggi melampaui Rp55 triliun.
SURAT UTANG NEGARA
SURAT UTANG NEGARA

Bisnis.com, JAKARTA — Sejumlah analis meyakini penawaran investor dalam lelang surat utang negara atau SUN hari ini, Selasa (26/3/2019) akan cukup tinggi melampaui Rp55 triliun.

Pemerintah akan kembali melakukan lelang penjualan SUN dalam mata uang rupiah untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2019. Target penerbitan senilai Rp15 triliun dengan seri – seri yang akan dilelang adalah sebagai berikut :

- Surat Perbendaharaan Negara Seri SPN03190627 (Diskonto; 27 Juni 2019);
- Surat Perbendaharaan Negara Seri SPN12200313 (Diskonto; 13 Maret 2020);
- Obligasi Negara seri FR0077 (8,12500%; 15 Mei 2024);
- Obligasi Negara seri FR0078 (8,25000%; 15 Mei 2029);
- Obligasi Negara seri FR0068 (8,37500%; 15 Mei 2034);
- Obligasi Negara seri FR0079 (8,37500%; 15 April 2039); dan
- Obligasi Negara seri FR0076 (7,37500%; 15 Mei 2048).

"Kami perkirakan jumlah penawaran yang masuk akan berkisar antara Rp55—65 triliun dengan jumlah penawaran yang cukup besar akan didapati pada instrumen Surat Perbendaharaan Negara serta pada Obligasi Negara seri FR0077 dan FR0078," kata I Made Adi Saputra, Kepala Divisi Riset Fixed Income MNC Sekuritas dalam riset harian, Selasa (26/3/2019). 

Adapun berdasarkan kondisi pergerakan harga SUN menjelang pelaksanaan lelang, Made perkirakan tingkat imbal hasil yang akan dimenangkan adalah sebagai berikut :

- Surat Perbendaharaan Negara Seri SPN03190627 berkisar antara 5,71 - 5,81;
- Surat Perbendaharaan Negara Seri SPN12200313 berkisar antara 6,03 - 6,12;
- Obligasi Negara seri FR0077 berkisar antara 7,21 - 7,31;
- Obligasi Negara seri FR0078 berkisar antara 7,65 - 7,75;
- Obligasi Negara seri FR0068 berkisar antara 8,03 - 8,12;
- Obligasi Negara seri FR0079 berkisar antara 8,12 - 8,21; dan
- Obligasi Negara seri FR0076 berkisar antara 8,37 - 8,46.

Sementara itu, Mirae Asset Sekuritas Indonesia memperkirakan jumlah penawaran investor yang masuk akan berkisar antara Rp55 triliun hingga Rp75 triliun.

Dhian Karyantono, Analis Fixed Income Mirae Asset Sekuritas Indonesia, mengatakan bahwa masih tingginya minat investor tersebut, didasarkan bahwa momen lelang SUN hari ini merupakan yang pertama kali sejak pelaku pasar mendapatkan “kepastian” bahwa The Fed tidak akan menaikkan suku bunga acuan di tahun 2019 (berdasarkan hasil FOMC Meeting 19 – 20 Maret 2019).

Apalagi, tingkat yield differential antara SUN dengan US Treasury baik secara nominal maupun riil masih cukup menarik bagi investor asing. Hal ini diperkirakan mendorong kenaikan harga SUN di pasar sekunder pasca lelang sore nanti.

Berikut ini proyeksi imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan pemerintah terhadap masing-masing seri menurut Mirae Asset Sekuritas:

SPN03190627 (New Issuance, 27 June 2019, at discount): 5,70% - 5,80%
SPN12200313 (Reopening, 13 March 2020, at discount): 5,95% - 6,10%
FR0077 (Reopening, 15 May 2024, 8,12500%): 7,05% - 7,11%
FR0078 (Reopening, 15 May 2029, 8,25000%): 7,60% - 7,63%
FR0068 (Reopening, 15 March 2034, 8,37500%): 8,02% - 8,07%
FR0079 (Reopening, 15 April 2039, 8,37500%): 8,07% - 8,13%
FR0076 (Reopening, 15 May 2048, 7,37500%): 8,41% - 8,46%

Lelang akan dilaksanakan pada Selasa, 26 Maret 2019, dibuka pukul 10.00 WIB dan ditutup pukul 12.00 WIB. Adapun hasil dari pelaksanaan akan diumumkan pada hari yang sama dan hasil dari lelang akan didistribusikan pada hari Kamis, tanggal 28 Maret 2019. 

Pada tahun 2019, target penerbitan bersih (net issuance) Surat Berharga Negara senilai Rp389,0 triliun dimana pada kuartal I tahun 2019 pemerintah mentargetkan penerbitan Surat Berharga Negara melalui lelang senilai Rp185,00 triliun dari 7 kali lelang Surat Utang Negara dan 6 kali lelang Sukuk Negara. 

Pada lelang sebelumnya pemerintah meraup dana senilai Rp18,05 triliun dari total penawaran yang masuk mencapai Rp58,31 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Riendy Astria

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper