Reksa Dana Syariah Diproyeksi Tumbuh Moderat Tahun Ini

Sosialisasi reksa dana diharapkan dapat membantu mengembangkan produk reksa dana syariah di Indonesia.
Dwi Nicken Tari | 24 Maret 2019 18:45 WIB
Karyawan beraktivitas di dekat papan penunjuk pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta, Senin (4/2/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA — Upaya Self Regulatory Organization dan para pembuat kebijakan untuk terus menyosialisasikan dan mengembangkan produk-produk syariah diharapkan bisa menggenjot dana kelolaan industri reksa dana syariah pada tahun ini.
 
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana syariah per Februari 2019 tercatat turun 1,44% menjadi Rp36,76 triliun, dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar Rp37,3 triliun.
 
Namun, dana kelolaan reksa dana syariah tersebut masih tumbuh 6,58% dibandingkan dengan posisi tahun lalu yang sebesar Rp34,49 triliun.
 
Kepala Riset Infovesta Utama Wawan Hendrayana mengungkapkan tren reksa dana syariah memang mulai bangkit ditopang oleh banyaknya manajer investasi yang fokus ke produk-produk syariah sejak awal tahun ini.
 
Produk reksa dana syariah yang beredar pada Februari 2019 tercatat mencapai 233 atau bertambah sebanyak 10 produk dari bulan sebelumnya. Pada periode yang sama pada tahun lalu, produk reksa dana yang beredar hanya bertambah tiga produk dari bulan sebelumnya.
 
Tetapi, dalam hal dana kelolaan, reksa dana syariah belum juga mampu mencapai level 10% dari total seluruh dana kelolaan reksa dana. Per Februari 2019, terpantau porsi NAB reksa dana syariah baru mencapai 7,06% dibandingkan total seluruh dana kelolaan reksa dana.
 
“Tapi saya yakin peluangnya masih relatif cukup besar untuk [reksa dana] syariah. Tapi, ya kembali lagi secara umum, reksa dana sendiri masih perlu banyak sosialisasi,” tuturnya kepada Bisnis, pekan lalu.
 
Wawan menilai pertumbuhan industri reksa dana syariah nantinya akan beriringan dengan pertumbuhan industri reksa dana konvensional. Pasalnya, target investor reksa dana syariah lebih spesifik dibandingkan dengan investor di produk reksa dana konvensional.
 
Dengan demikian, upaya sosialisasi dan edukasi mengenai produk pasar modal, khususnya reksa dana, dari Bursa Efek Indonesia (BEI) maupun OJK pada tahun ini, diharapkan juga dapat menyentuh calon investor yang potensial untuk berinvestasi lewat reksa dana syariah.
 
Dia menyampaikan total dana kelolaan reksa dana syariah diharapkan bisa tumbuh paling tidak mencapai 10% pada tahun ini. Selain melihat dari sisi persentase, pertumbuhan positif dari sisi nominalnya tetap bakal menjadi berita yang positif.
 
“Sepanjang nominalnya tumbuh, itu positif,” ucap Wawan.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
syariah, reksa dana

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup