Paladium Capai Level Tertinggi 2019 Dipacu Tekanan Pasokan

Harga paladium menguat, sempat mencapai level tertingginya pada level US$1.475 per troy ounce pada perdagangan Selasa (19/2/2019), didorong oleh jumlah pasokan yang mengalami defisit.
Finna U. Ulfah | 19 Februari 2019 13:46 WIB
Paladium - Wikipedia

Bisnis.com, JAKARTA – Harga paladium menguat, sempat mencapai level tertingginya pada level US$1.475 per troy ounce pada perdagangan Selasa (19/2/2019), didorong oleh jumlah pasokan yang mengalami defisit.

Berdasarkan data Bloomberg, harga paladium di pasar spot pada perdagangan Selasa (19/2/2019), pukul 12.43 WIB, bergerak di zona hijau, menguat 0,93% menjadi US$1.471,09 per troy ounce. Sementara itu, harga paladium di bursa New York menguat 2,72% menjadi US$1.445 per troy ounce.

Analis Julius Baer Carsten Menke mengatakan, pasar logam autokatalis tersebut secara fundamental sangat kuat. Hal tersebut diakibatkan defisit di pasar paladium diprediksi melebar secara dramatis tahun ini karena standar emisi yang lebih ketat sehingga meningkatkan permintaan.

“Dari defisit pasokan yang sedang berlangsung saat ini ditambah produsen autokatalis yang tidak melihat substitusi dari paladium menjadi platinum, benar-benar memperkuat sentimen positif paladium hingga mampu mendorong tajam kenaikannya,” ujar Menke seperti dikutip dari Bloomberg, Selasa (19/2/2019).

Adapun, baik paladium dan platinum digunakan oleh produsen mobil dalam catalytic converter,hanya saja platinum lebih banyak digunakan pada kendaraan diesel, yang sudah bukan menjadi kendaraan kegemaran pasar sejak skandal kecurangan emisi oleh Volkswagen pada 2015.

Tidak seperti platinum, paladium telah diuntungkan dari peralihan pasar terhadap kendaraan dengan mesin diesel dan harapan untuk pertumbuhan kendaraan listrik hibrida, yang sebagian mesinnya cenderung menggunakan tenaga bensin. 

Oleh karena itu, hal tersebut telah membantu melindungi logam autokatalis tersebut dari dampak penurunan penjualan mobil di seluruh dunia. 

“Permintaan industri baik, tetapi sudah tidak booming mengingat betapa lemahnya pasar mobil saat ini. Namun, kasus defisit pasokan paladium yang berlangsung bertahun-tahun jauh lebih menarik, dan ada tren harga yang sangat bagus, sehingga menarik banyak permintaan investasi,” kata Menke. 

Sementara itu, harga cenderung naik dalam jangka pendek, dalam jangka panjang dengan asumsi penjualan mobil global gagal untuk rebound karena pertumbuhan ekonomi global yang melambat, harga  diprediksi akan tetap terdorong naik.

Selain itu untuk logam mulia lainnya, platinum di pasar spot bergerak menguat 0,33% menjadi US$809,10 per troy ounce, perak di pasar spot bergerak melemah 0,21% menjadi US$5,78 per troy ounce, dan emas pasar spot juga terkoreksi 0,19% menjadi US$1.324,44 per troy ounce.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
paladium, harga komoditas

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup