Data Laba Industri Seret Bursa China Tergelincir ke Zona Merah

Pergerakan bursa saham China tergelincir dan berakhir di zona merah pada perdagangan hari ini, Senin (28/1/2019), pascarilis data laba industri Desember 2018.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 28 Januari 2019  |  16:45 WIB
Data Laba Industri Seret Bursa China Tergelincir ke Zona Merah
Bursa China SHCI - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan bursa saham China tergelincir dan berakhir di zona merah pada perdagangan hari ini, Senin (28/1/2019), pascarilis data laba industri Desember 2018.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks Shanghai Composite berakhir turun 0,18% atau 4,75 poin di level 2.596,98, setelah mampu berakhir menguat 0,39% atau 10,03 poin di posisi 2.601,72 pada Jumat (25/1).

Adapun indeks CSI 300 di Shenzhen yang berisi saham-saham blue chip hari ini ditutup terkoreksi tipis 0,02% atau 0,69 poin di level 3.183,78, setelah mampu menguat 0,81% atau 25,69 poin dan menutup perdagangan terakhir pekan lalu di level 3.184,47.

Dilansir dari Reuters, bursa saham China berakhir di posisi lebih rendah pada perdagangan hari ini ketika data laba industri yang suram memperkuat kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi dan memupus harapan bahwa upaya kepala baru regulator sekuritas Tiongkok dapat membantu mendorong pasar.

Pemerintah China telah menunjuk veteran perbankan Yi Huiman untuk mengepalai Komisi Regulasi Sekuritas China (CSRC), menempatkan pengaturan pasar saham negeri tersebut di tangannya pada saat kepercayaan investor terpukul oleh ekonomi yang melambat dan tarif AS.

Namun, berdasarkan laporan National Bureau Statistics (NBS) yang dirilis hari ini, laba industri pada Desember 2018 turun 1,9% dari tahun sebelumnya menjadi 680,8 miliar yuan (US$100,9 miliar), akibat terbebani lesunya permintaan.

Perolehan perusahaan-perusahaan industri di China menyusut untuk bulan kedua berturut-turut. Pada November 2018, laba industri turun 1,8%, kontraksi pertama untuk laba dalam hampir tiga tahun.

Fakta ini mendesak para pembuat kebijakan Negeri Tirai Bambu untuk mendukung industri yang dirugikan oleh melambatnya harga dan aktivitas pabrik yang lesu di tengah perang dagang yang berkepanjangan antara China dan Amerika Serikat (AS).

Saham dengan persentase pelemahan terbesar pada indeks Shanghai hari ini adalah ARTS Group Co. Ltd., Wuhan Bester Group Telecom, dan Xinhua Winshare Publishing and Media Co. Ltd.  yang masing-masing turun 9,99%.

Berbanding terbalik dengan bursa China, indeks Hang Seng Hong Kong mampu berakhir naik 0,03% atau 7,77 poin di level 27.576,96, setelah berakhir menanjak 1,65% di posisi 27.569,19 pada Jumat (25/1).

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bursa china

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top