KABAR PASAR 14 DESEMBER: Berburu Saham Salah Harga, Produsen Lokal Semakin Terjepit

Berita terkait Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) serta pasar ponsel murah menjadi sorotan media massa hari ini, Jumat (14/12/2018).
Renat Sofie Andriani | 14 Desember 2018 09:18 WIB
Karyawan beraktivitas di dekat papan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (21/11/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA – Berita terkait Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) serta pasar ponsel murah menjadi sorotan media massa hari ini, Jumat (14/12/2018).

Berikut rincian topik utama di sejumlah media nasional:

Berburu Saham Salah Harga. Kinerja IHSG yang kini mulai berbalik memasuki tren penguatan menjadi momentum untuk mengoleksi sejumlah saham salah harga, di mana fundamental dan kinerja yang positif tidak selaras dengan harga yang berada di bawah nilai wajar. (Bisnis Indonesia)

Industri Keramik Mulai Bangkit dari Keterpurukan. Sebanyak empat pabrikan keramik di dalam negeri bakal mengoperasikan pabrik baru pada 2019 sehingga total kapasitas produksi bisa mencapai 440 juta m2 menyusul kebijakan penerapan bea masuk tindakan pengamanan (BMTP) atau safeguard yang berlaku mulai Oktober 2018. (Bisnis Indonesia)

Produsen Lokal Semakin Terjepit. Pangsa pasar ponsel murah terus meningkat akibat agresifnya pemain besar di segmen tersebut. Di sisi lain, kondisi demikian membuat produsen ponsel lokal kian terjepit. (Bisnis Indonesia)

Fondasi Penerimaan Pajak Masih Rapuh. Struktur penerimaan yang masih mengandalkan dari membaiknya kinerja komoditas sumber daya alam (SDA) dianggap kurang kuat untuk menjaga performa pendapatan negara pada tahun depan. (Bisnis Indonesia)

Menperin Sarankan Freeport IPO. Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyarankan PT Freeport Indonesia (PTFI) segera melakukan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham. (Investor Daily)

Pengelola Dana Tetap Menjagokan Saham. Tahun ini menjadi tahun yang kurang oke bagi pasar finansial. Kinerja investasi saham secara umum tidak terlalu oke. Begitu pula dengan kinerja obligasi. Meski begitu, para manajer investasi kondisi tersebut akan berbalik pada tahun 2019. (Kontan)

Tag : IHSG, ponsel
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top