Harga Karet Menguat Didorong Ekspektasi Naiknya Permintaan Eksportir Ban

Harga karet mampu memperpanjang penguatannya pada perdagangan hari ini kedua berturut-turut, Kamis (6/12/2018), seiring dengan ekspektasi meningkatnya permintaan dari eksportir ban.
Renat Sofie Andriani | 06 Desember 2018 15:43 WIB
Petani memanen getah karet di Muaro Jambi, Jambi, Sabtu (13/5). - Antara/Wahdi Septiawan

Bisnis.com, JAKARTA – Harga karet mampu memperpanjang penguatannya pada perdagangan hari ini kedua berturut-turut, Kamis (6/12/2018), seiring dengan ekspektasi meningkatnya permintaan dari eksportir ban.

Berdasarkan data Bloomberg, harga karet untuk kontrak teraktif Mei 2019 di Tokyo Commodity Exchange (Tocom), berakhir naik 0,31% atau 0,50 poin di level 164 yen per kg.

Harga karet mulai memperpanjang penguatannya saat dibuka menguat 0,49% atau 0,80 poin di level 164,30 yen per kg, setelah berhasil rebound dan berakhir dengan kenaikan 0,55% atau 0,90 poin pada perdagangan Rabu (5/12).

Sejalan dengan karet Tocom, harga karet untuk pengiriman Mei 2019 di Shanghai Futures Exchange memperpanjang kenaikannya pada hari kedua bahkan berakhir menguat 1,03% atau 115 poin di posisi 11.255 yuan per ton.

Dilansir dari Bloomberg, harga karet di Shanghai diperdagangkan lebih tinggi karena antisipasi bahwa permintaan dari eksportir-eksportir ban dapat meningkat setelah China berjanji untuk menindaklanjuti ‘gencatan senjata’ perdagangan yang dicapai dengan Amerika Serikat (AS) akhir pekan lalu di Buenos Aires, Argentina.

Dalam sebuah pernyataan di China pada Rabu (5/12), Kementerian Perdagangan China mengatakan pemerintah Tiongkok akan mulai mengimplementasikan barang-barang tertentu yang masuk dalam konsensus dengan AS dan akan terus mendorong negosiasi perdagangan dalam periode 90 seperti yang ditentukan.

“Hal tersebut telah mendorong optimisme pertumbuhan pengiriman ban bisa ketika volume mobil yang tidak terjual di China mencapai level tertinggi yang pernah ada,” kata Zhang Weiwei, analis New Era Futures.

Penjualan mobil di China telah menurun selama lima bulan berturut-turut dan berada di jalur untuk penurunan pertama secara tahunan dalam setidaknya dua dekade saat konflik perdagangan dengan AS merugikan permintaan dan daya belanja.

Namun, ia mengingatkan bahwa penguatan harga dapat terjadi sementara karena secara fundamental belum terlihat adanya perbaikan saat kondisi kelebihan suplai bertahan.

Jumlah stok karet yang dimonitor oleh Shanghai Futures Exchange dilaporkan meningkat 2,4% menjadi 375.489 ton pekan lalu, setelah mengalami penyusutan terbesar dalam setahun pada pekan sebelumnya.

Pergerakan Harga Karet Kontrak Mei 2019 di Tocom

Tanggal

Harga (Yen/Kg)

Perubahan

6/12/2018

164,00

+0,31%

5/12/2018

163,50

+0,55%

4/12/2018

162,60

-1,39%

3/12/2018

164,90

+2,42%                

30/11/2018

161,00

+1,83%

Sumber: Bloomberg                         

 

Tag : harga karet
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top