Belanja Reksa Dana Bakal Marak, IHSG Dibuka Memerah

Pembelian reksa dana diprediksi meningkat jelang akhir tahun seiring aksi window dressing. Di sisi lain, ada keraguan hasil dari gencatan senjata AS-China pada KTT G20 di Argentina.
Surya Rianto | 05 Desember 2018 10:13 WIB
Karyawan beraktivitas di samping papan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (21/11). IHSG ditutup melemah 0,95% atau 57,24 poin di level 5.948,05 pada perdagangan hari ini. - Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA -- Pembelian reksa dana diprediksi meningkat jelang akhir tahun seiring aksi window dressing. Di sisi lain, ada keraguan hasil dari gencatan senjata AS-China pada KTT G20 di Argentina.

Keraguan hasil pertemuan Donald Trump dengan Xi Jinping itu membuat bursa Eropa tergelincir hari ini. Nah, bagaimana pengaruhnya kepada IHSG?

Berikut berita Market rekomendasi Bisnis.com Rabu (5/12) :

IHSG Dibuka Melemah 0,9%

Pergerakan IHSG dalam sesi dagang hari ini, Rabu (04/12) diprediksi berbalik melemah setelah sejak awal pekan menguat.

Binaartha Sekuritas kembali memproyeksi IHSG bergerak terkoreksi dalam perdagangan hari ini.

Analis Muhammad Nafan Aji Gusta mengatakan terlihat pola tweezer top candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi koreksi wajar pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke area support.

Selengkapnya bisa baca di sini

Didorong Window Dressing, Pembelian Reksa Dana Bakal Marak Pada Akhir Tahun

Pembelian reksa dana pada sisa tahun ini diyakini akan marak seiring dengan adanya momentum window dressing dan mulai pulihnya kondisi pasar modal.

Adapun, investor reksa dana melakukan aksi ambil untung atau pencairan dana sepanjang November 2018. Setelah sempat mencatatkan net subscription pada 2 bulan terakhir, industri reksa dana nasional kembali mencatatkan net redemption.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), total subscription pada November 2018 senilai Rp40,82 triliun, sedangkan redemption mencapai Rp42,23 triliun. Dengan demikian, net redemption sepanjang November tercatat Rp1,4 triliun.

Selengkapnya bisa baca di sini

Kesepakatan AS-China Meragukan, Bursa Eropa Tergelincir

Bursa saham Eropa berakhir melemah pada perdagangan Selasa (4/12/2018) seiring dengan pelemahan saham otomotif.

Pelemahan terjadi saat investor mulai mempertanyakan apakah 'gencatan senjata' yang disepakati oleh Amerika Serikat (AS) dan China untuk konflik perdagangan mereka, akan mengarah pada kesepakatan jangka panjang.

Setelah mampu membukukan penguatan untuk hari pertama perdagangannya pada Desember, indeks DAX Jerman, yang paling sensitif terhadap isu soal China dan kekhawatiran perang dagang, melemah 1,1%, sedangkan indeks Stoxx 600 turun 0,8%.

Selengkapnya bisa baca di sini

Ada Optimisme IHSG Bisa Lanjutkan Penguatan

Indosurya Sekuritas optimistis IHSG masih mampu lanjutkan penguatan dengan prediksi pergerakan di level 5.955 - 6.226.

Vice President Research Department William Surya Wijaya mengatakan perkembangan pergerakan IHSG saat ini terlihat memiliki potensi besar untuk dapat melanjutkan kenaikan.

Selengkapnya bisa baca di sini

Nilai Tukar Rupiah Dibuka Melemah

Nilai tukar rupiah kembali bergerak melemah di zona merah pada perdagangan hari ini, Rabu (5/12/2018).

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka dengan pelemahan 0,5% atau 71 poin ke level Rp14.363 per dolar AS.

Adapun pada perdagangan Selasa (4/12), nilai tukar rupiah ditutup melemah 0,34% atau 48 poin di level Rp14.292 per dolar AS, mengakhiri reli selama tiga hari berturut-turut.

Pada saat yang sama, pergerakan indeks dolar AS, yang melacak kekuatan greenback terhadap sejumlah mata uang utama, terpantau menguat 0,03% atau 0,032 poin ke level 96,997 pada pukul 07.59 WIB.

Selengkapnya bisa baca di sini

Tag : IHSG, Gonjang Ganjing Rupiah, window dressing
Editor : Surya Rianto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top