Kurs Jisdor Melemah ke 15.253, Rupiah Tertekan di Pasar Spot

Data yang diterbitkan Bank Indonesia pagi ini terpantau menempatkan kurs referensi Jisdor di Rp15.253 per dolar AS, menguat 38 poin atau 0,25% dari posisi Rp15.215 pada Rabu (10/10/2018).
Aprianto Cahyo Nugroho | 11 Oktober 2018 10:58 WIB
Karyawan memperlihatkan mata uang rupiah di salah satu bank di Jakarta. - JIIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Kurs rupiah menyentuh posisi Rp15.253 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Kamis (11/10/2018).

Data yang diterbitkan Bank Indonesia pagi ini terpantau menempatkan kurs referensi Jisdor di level Rp15.253 per dolar AS, melemah 38 poin atau 0,25% dari posisi Rp15.215 pada Rabu (10/10/2018).

Sementara itu, berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau melemah 65 poin poin atau 0,43% ke level Rp15.265 per dolar AS pada pukul 10.22 WIB

Mata uang Garuda sebelumnya dibuka di zona merah dengan pelemahan 0,16% atau 24 poin ke level Rp15.224 per dolar AS, setelah pada perdagangan Rabu (10/10) ditutup rebound dengan penguatan 38 poin atau 0,25% di posisi Rp15.200 per dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar AS yang melacak pergerakan greenback terhadap enam mata uang utama global terpantau melemah 0,32% atau 0,307 poin ke level 95,201 pada pukul 10.35 WIB.

Sebelumnya indeks dolar dibuka melemah 0,09% atau 0,087 poin di posisi 95,421, setelah pada perdagangan Rabu (10/10) berakhir di zona merah dengan pelemahan 0,17% atau 0,160 poin di posisi 95,508.

Dilansir Reuters, dolar AS melemah terhadap sejumlah mata uang pada hari Kamis setelah investor yang khawatir mendorong saham AS mencatat kinerja terburuknya dalam hampir delapan bulan terakhir kemarin..

Pelemahan indeks dolar AS juga didorong oleh yenyang menguat 112,25 terhadap dolar AS, level tertinggi bulan ini, di tengah peringatan dari IMF atas pertumbuhan global dan stabilitas keuangan.

Tekad nyata Bank Sentral AS, Federal Reserve, untuk menaikkan suku bunga selama 12 bulan ke depan telah mendorong hasil imbal hasil Treasury AS, yang telah didukung oleh data ekonomi yang baik.

"Kami mengharapkan kenaikan inflasi untuk menjaga frekuensi kenaikan suku bunga The Fed sebanyak satu kali per kuartal hingga pertengahan 2019," ungkap Capital Economics mengatakan dalam sebuah catatan, seperti dikutip Reuters.

 

Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor/Rupiah)

11 Oktober

15.253

10 Oktober

15.215

9 Oktober

15.233

8 Oktober

15.193

5 Oktober

15.182

Sumber: Bank Indonesia

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jisdor

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup