REKOMENDASI SAHAM: Harga Saham Gudang Garam (GGRM) Semakin Mahal?

Moncernya kinerja emiten rokok PT Gurang Garam Tbk. pada paruh pertama tahun ini diprediksi masih berlanjut hingga pengujung tahun. Harga saham emiten bersandi GGRM ini diyakini akan semakin mahal.
Tegar Arief | 13 September 2018 06:39 WIB
Pengendara sepeda motor melintas di depan area Helipad Surya Air milik PT. Gudang Garam di Kota Kediri, Jawa Timur, Jumat (17/3). Perusahaan rokok tersebut berencana membangun bandara komersil di wilayah Kediri dengan panjang runway 2.300 meter untuk penerbangan pesawat jenis boeing airbus berpenumpang 128-130 orang. - Antara/Prasetia Fauzani

Bisnis.com, JAKARTA -- Moncernya kinerja emiten rokok PT Gurang Garam Tbk. pada paruh pertama tahun ini diprediksi masih berlanjut hingga pengujung tahun. Harga saham emiten bersandi GGRM ini diyakini akan semakin mahal.

Pada penutupan perdagangan Rabu (12/9), saham GGRM naik 600 poin atau 0,82% ke level Rp74.000. Selama 1 bulan, harga saham turun 3,09%. Adapun, dalam 5 tahun, harga sudah melesat hingga 79,18%.

Pada paruh pertama tahun ini, perseroan mencatatkan pendapatan senilai Rp45,30 triliun. Nilai itu menanjak 12,57% dibandingkan dengan semester I/2017 senilai Rp40,24 triliun.

Sementara itu, beban pokok penjualan juga meningkat menjadi Rp36,32 triliun dari sebelumnya Rp31,82 triliun. Namun, laba bruto masih naik menuju Rp8,98 triliun dari posisi per Juni 2017 senilai Rp8,43 triliun.

Laba usaha pada semester I/2018 naik menjadi Rp5,04 triliun dari sebelumnya Rp4,57 triliun. Laba bersih meningkat 13,67% menjadi Rp3,55 triliun dari posisi per Juni 2017 senilai Rp3,12 triliun.

Analis PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Christine Natasya mengatakan bahwa pada kuartal II/2018, margin kotor GGRM sedikit turun menjadi 19,6% karena adanya kenaikan harga yang tidak dapat mengimbangi kenaikan cukai.

"Kami berharap arus kas GGRM tetap solid. Kami maintain beli GGRM dengan target Rp89.000," katanya melalui riset yang dikutip, Rabu (12/9).

Harapan mengenai solidnya arus kas GGRM disampaikan Christine sejalan dengan proyek pembangunan Bandar udara yang dibagi selama 5 tahun. Sementara itu, belanja modal perseroan diprediksi berada pada kisaran Rp2 triliun per tahun.

Rekomendasi serupa disampaikan Stevanus Juanda, analis UOB Kay Hian. Menurutnya, kinerja perseroan yang tercermin dengan kinerja pada semester I/2018 akan menguatkan optimisme investor.

"Kami mempertahankan beli dengan target harga untuk GGRM adalah Rp85.000," kata dia.

Menurutnya, pada tahun ini peluang perseroan untuk mendapatkan keuntungan lebih tinggi cukup terbuka. Pasalnya pada bulan ini GGRM berencana akan menaikkan harga. Perseroan juga akan meluncurkan produk baru pada November mendatang.

Tag : gudang garam
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top