Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Austindo Nusantara Jaya (ANJT) Kaji Pengembangan Proyek PLTBM

Emiten perkebunan PT Austindo Nusantara Jaya Tbk. (ANJT) masih melakukan studi terkait pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBM) di Sumatera Utara dan Kalimantan Barat.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 15 Agustus 2018  |  19:44 WIB
Pengunjung melintas di samping papan penunjuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (27/7/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan
Pengunjung melintas di samping papan penunjuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (27/7/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan
Bisnis.com, JAKARTA — Emiten perkebunan PT Austindo Nusantara Jaya Tbk. (ANJT) masih melakukan studi terkait pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBM) di Sumatera Utara dan Kalimantan Barat.
Direktur Keuangan PT Austindo Nusantara Jaya Tbk. (ANJT) Lucas Kurniawan menyampaikan, listrik biogas adalah salah satu bentuk tanggung jawab lingkungan untuk mengurangi dampak rumah kaca. Gas metana yang berasal dari limbah cair sawit diolah menjadi listrik. 
"Rencana kami untuk listrik tersebut adalah pengganti bahan bakar fosil [solar] dan kelebihannya akan dijual kepada PLN, apabila terdapat kebutuhan dari PLN akan listrik tersebut," ujarnya saat dihubungi, Selasa (14/8/2018).
Melalui anak usahanya, yakni PT Austindo Aufwind New Energy (AANE), ANJT mengoperasikan PLTBM berkapasitas 1,8 MW di Belitung. Listrik itu mampu memenuhi kebutuhan 2.000 rumah tangga dengan daya 900 VA per rumah.
AANE merupakan perusahaan patungan ANJT dengan perusahaan Jerman, Aufwind Schmack Asia Holding GmbH. Lisensi sebagai produsen listrik independen (IPP) didapatkan pada 2013.
Lucas menyampaikan, dalam jangka panjang perusahaan akan mengembangkan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBM) di kebun perseroan di Sumatera Utara dan Kalimantan Barat. Saat ini manajemen masih dalam tahap studi.
Menurutnya, perkebunan di Kalbar cenderung masih dalam usia muda sehingga produksi limbah cair sebagai bahan bakar PLTBM belum optimal. Adapun, di Sumut ANJT baru memulai proses replanting. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kinerja emiten austindo
Editor : Pamuji Tri Nastiti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top