BANK COMMONWEALTH: Agustus, Reksa Dana Saham Masih Jadi Pilihan

Bank Commonwealth masih merekomendasikan investasi reksa dana pada kelas aset ekuitas atau saham sepanjang Agustus 2018 seiring dengan kondisi fundamental Indonesia yang masih cukup stabi serta pasar saham yang mulai beranjak membaik.
Riendy Astria | 10 Agustus 2018 15:10 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Bank Commonwealth masih merekomendasikan investasi reksa dana pada kelas aset ekuitas atau saham sepanjang Agustus 2018 seiring dengan kondisi fundamental Indonesia yang masih cukup stabi serta pasar saham yang mulai beranjak membaik.

Kondisi ekonomi global memang memberikan dampak yang relatif besar terhadap ekonomi Indonesia pada semester I/2018. Kenaikan Fed Fund Rate oleh The Fed sebanyak dua kali dengan total 50bps pada semester pertama tahun ini membuat arus dana keluar dari pasar keuangan. Hal ini mengakibatkan nilai tukar rupiah terdepresiasi sebesar 6,33% pada periode tersebut.

Adapun, untuk menahan laju depresiasi rupiah, Bank Indonesia (BI) meresponsnya dengan menaikkan suku bunga acuan sebanyak tiga kali dengan total 100bps. Strategi tersebut dinilai cukup ampuh untuk mengembalikan ketertarikan investor asing kembali berinvestasi di Indonesia. Hal ini terlihat dari mulai adanya aliran dana masuk ke pasar Surat Berharga Nasional (SBN) dan saham pada akhir Juli 2018.

 Dari sisi domestik, perhelatan Asian Games 2018 diprediksi memberikan keuntungan bagi Indonesia dan menjadi katalis positif dari dalam negeri. Asian Games 2018 akan terus menyumbang keuntungan untuk sektor infrastruktur dan manufaktur. Selain itu, acara olahraga bergengsi Asia ini juga akan berkontribusi positif di sektor transportasi dan juga konsumsi/consumer good.

 “Atmosfer investasi Indonesia saat ini mengarah positif. Hal ini terlihat dari IHSG yang mencatatkan kinerja positif sebesar 2.37% sepanjang Juli 2018 dan juga pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk kuartal II/2018 tercatat sebesar 5,27% lebih tinggi dari kuartal sebelumnya 5,06% dan lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu 5,01%. Asian Games yang akan dimulai Agustus ini juga diharapkan akan menambah komponen pertumbuhan belanja domestik pada kuartal III/2018,” kata Ivan Jaya, Head of Wealth Management & Retail Digital Business Bank Commonwealth melalui keterangan resmi, Jumat (10/8/2018).

Adapun, salah satu hal yang perlu diperhatikan oleh investor saat ini adalah kemungkinan The Fed yang masih akan menaikkan suku bunganya pada September dan Desember 2018 dan diikuti dengan kenaikan suku bunga Bank Indonesia. Kemudian, volatilitas rupiah terhadap dolar AS, masih berlanjutnya isu perang dagang Amerika Serikat dan Tiongkok, serta kondisi politik dalam negeri terkait dengan penetapan calon rresiden dan wakil presiden Indonesia.

Untuk mengikuti pasar yang makin dinamis dan membantu mengoptimalkan imbal hasil investasi nasabah, Bank Commonwealth menyediakan layanan wealth management yang dinamakan Dynamic Model Portfolio. Layanan ini akan mengumpulkan berbagai informasi pasar, memilah mana yang paling relevan untuk setiap nasabah berdasarkan profil risiko dan tujuan investasi mereka, kemudian memberikan saran terkait penempatan portofolio aset-nya.

Dengan layanan ini, nasabah bisa menggerakkan asetnya secara dinamis, tidak harus sama dengan proporsi investasi yang ditentukan di awal. Investasi disesuaikan tidak hanya berdasarkan profil risiko Nasabah, namun juga risiko pasar ke depannya. Lewat Dynamic Model Portfolio, perseroan ingin melayani nasabah dengan layanan wealth management  yang mampu membantu mereka memahami realita pasar yang dinamis daripada hanya statis terpaku pada teori semata.

“Seperti rekomendasi Dynamic Model Portfolio di bulan Agustus untuk Nasabah dengan profil risiko growth meningkatkan porsi kelas aset saham dari 60% ke 70%, sedangkan menurunkan porsi fixed income dari 20% ke 15%, dan pasar uang dari 20% ke 15%,” jelas Ivan.

 

Tag : commonwealth bank, bank commonwealth
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top