Ini Perkiraan BEI Menghadapi Pilpres 2019

Pemilihan presiden yang akan berlangsung pada 2019 diperkirakan tidak akan membuat aktivitas pasar modal bergejolak.
Novita Sari Simamora | 10 Agustus 2018 14:13 WIB
Petugas memasang bendera merah putih di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (7/8/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com,  JAKARTA--Pemilihan presiden yang akan berlangsung pada 2019 diperkirakan tidak akan membuat aktivitas pasar modal bergejolak.

Inarno Djayadi, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) mengatakan, pesta demokrasi tahun depan, tidak menjadi pengalaman pertama bagi Indonesia. Sebab, pemilihan demokrasipada 2004, 2009 dan 2014 telah dilakukan.

Sejak pesta demokrasi 2009, aktivitas perdagangan pasar modal tidak mengalami penurunan.  Menurut Inarno, penurunan indeks harga saham gabungan (IHSG) karena ada sentimen global.

"Pemilu 2004, 2009 dan 2014 enggak ada penurunan. Insya Allah tiga pemilu yang sudah dilewati enggak ada masalah," ungkapnya di Jakarta, Jumat (10/8/2018).

Lebih rinci, pada 2004, kinerja IHSG dari level 704 menuju 1.000, atau naik sekitar 41%. Lalu pada 2009, IHSG pun bergerak dari level 1.363 menuju 2.474, atau naik sekitar 81%.

Pada pemilihan umum 2014, kinerja IHSG pun bergerak dari level 4.257 menuju 5.166 atau naik sekitar 21% sepanjang tahun.

Inarno meyakini, bahwa masyarakat dan pelaku pasar modal sudah sangat bijak dan mengambil keputusan berinvestasi.

Inarno pun berharap, agar pemilihan presiden 2019 berjalan lancar tanpa ada masalah dan tak mengganggu stabilitas ekonomi.

Tag : bei, Pilpres 2019
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top