IHSG Berpeluang Reli Enam Hari Beruntun

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil memantapkan penguatannya pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Jumat (27/7/2018), meskipun dibayangi aksi profit taking.
Renat Sofie Andriani | 27 Juli 2018 13:15 WIB
Karyawan beraktivitas di dekat papan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/1). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil memantapkan penguatannya pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Jumat (27/7/2018), meskipun dibayangi aksi profit taking.

IHSG naik 0,30% atau 17,85 poin ke level 5.963,98 pada akhir sesi I, setelah dibuka dengan kenaikan hanya sebesar 0,02% atau 1,22 poin di level 5.947,36.

Pada Kamis (26/7), indeks mampu melanjutkan relinya untuk perdagangan hari kelima dengan berakhir naik 0,21% atau 12,25 poin di level 5.946,14. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada level 5.947,06 – 5.971,06.

Berdasarkan data Bloomberg, sebanyak 191 saham menguat, 157 saham melemah, dan 249 saham stagnan dari 597 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Tujuh dari sembilan indeks sektoral IHSG menetap di zona hijau dengan kontribusi terbesar datang dari sektor aneka industri (+2,95%) dan industri dasar (+0,85%). Dua sektor lainnya, finansial dan pertanian, masing-masing turun 0,30% dan 0,19% sekaligus membatasi kenaikan IHSG.

Indeks saham lain di kawasan Asia Tenggara terpantau bergerak negatif siang ini, dengan indeks FTSE Malay KLCI (-0,25%), indeks FTSE Straits Time Singapura (-0,19%), dan indeks PSEi Filipina (-0,60%).

Sementara itu, indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang masing-masing naik 0,43% dan 0,32%. Indeks Kospi Korea Selatan naik tipis 0,08%, sedangkan indeks Shanghai Composite dan CSI 300 China masing-masing turun 0,06% dan 0,09%.

Secara keseluruhan, bursa Asia mampu menguat menuju performa mingguan terbaiknya sejak Juni, didukung meredanya kekhawatiran tentang perang dagang dan sentimen positif dari laporan keuangan korporasi di Amerika Serikat.

“Meski risiko perang dagang masih terlihat, ketiadaan retorika balasan yang kuat dari China telah membuat pasar relatif tenang pekan ini. Beberapa perkembangan positif seperti laporan keuangan dan rencana stimulus China juga membantu,” terang Amica Darmawan, fund manager di PT First State Investments Indonesia, dikutip Bloomberg.

Sentimen eksternal global ikut menopang pergerakan IHSG hari ini. Indeks diprediksi masih akan melanjutkan kenaikannya meskipun dibayangi aksi profit taking.

Direktur Riset dan Investasi Kiwoom Sekuritas Indonesia Maximilianus Nico Demus memaparkan, pasar tampak bereaksi positif pascatercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Uni Eropa untuk mencegah perang dagang.

Selain itu, hasil rapat kebijakan European Central Bank (ECB) juga positif dengan keyakinan Presiden ECB Mario Draghi bahwa ekonomi zona Eropa mulai tumbuh dan solid. Dari dalam negeri, laporan keuangan korporasi semester I/2018 turut menjadi katalis pergerakan IHSG.

"Secara teknikal, kami memprediksi indeks masih berpeluang melanjutkan kenaikan, dengan support dan resistance di level 5.927-5.966. Namun, perlu waspada akan aksi profit taking yang mungkin dapat terjadi," tulisnya dalam riset harian.

 

 

Tag : IHSG
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top