Masuk Dengan Harga Premium, Investor Thailand Bakal Pompa Bisnis CSAP

SCG Retail Holding Company Limited masuk membeli seluruh saham baru yang diterbitkan oleh Catur Sentosa sebanyak 405,3 juta. Adapun harga pelaksanaan yang ditetapkan mencapai terbilang premium, Rp800 per saham, atau lebih tinggi dari harga penutupan rerata perdagangan.
Novita Sari Simamora | 16 Juli 2018 17:15 WIB
Presiden Direktur PT Catur Sentosa Adiprana Tbk. (CSAP) Budyanto Totong (kiri), berbincang dengan President CBM Business Siam Cement Group (SCG) Aree Chavalitcheewingul, di sela-sela penandatanganan kerja sama di Jakarta, Senin (16/7). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Catur Sentosa Adiprana Tbk. optimis, masuknya investor asal Thailand sebagai pemegang saham dapat mengerek kinerja segmen ritel, dengan brand Mitra10.

Corporate Secretary PT Catur Sentosa Adiprana Tbk, Idrus Widjajakusuma mengungkapkan investor asal Thailand telah membeli saham baru yang diterbitkan oleh perseroan dengan harga premium. Perusahaan Thailand itu adalah SCG Retail Holding Company Limited.

SCG Retail Holding Company Limited masuk membeli seluruh saham baru yang diterbitkan oleh Catur Sentosa sebanyak 405,3 juta. Adapun harga pelaksanaan yang ditetapkan mencapai terbilang premium, Rp800 per saham, atau lebih tinggi dari harga penutupan rerata perdagangan.

Sebelumnya, harga pelaksanaan private placement Catur Sentosa Adiprana mencapai Rp552,4 per saham. Kini, Catur Sentosa berhasil mengantongi dana senilai Rp324,24 miliar dari perusahaan asal Thailand ini.

"SCG memiliki pengalaman yang dalam bidang ritel, sehingga masuknya SCG akan memperkuat Mitra10. Merka masuk dalam private placement mengingat masih besarnya peluang di Indonesia," ungkapnya saat dihubungi Bisnis, Senin (16/7/2018).

Dia mengungkapkan, SCG juga memiliki pabrik semen, keramik dan plafon. Tak hanya itu, SCG pun memiliki pengalaman dalam bisnis ritel Global House. Harapannya, kehadiran SCG bisa mengembangkan Mitra10, sebab kontribusi segmen ritel mendekati 30% dari total penjualan CSAP.

Pada kuartal I/2018, nilai penjualan CSAP mencapai Rp2,45 triliun, tumbuh 13% dari posisi Rp2,17 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Adapun komposisi penjualan dari segmen distribusi dan ritel masing-masing senilai Rp1,79 triliun dan Rp715,92 miliar, atau setara 73% dan 27% total penjualan perseroan.

Pada kuartal I/2018, pertumbuhan penjualan segmen distribusi dan ritel CSAP masing-masing 10,49% dan 21,8% year on year. Idrus optimis porsi penjualan ritel pada tahun ini bisa tumbuh lebih tinggi.

Masuknya, SCG ke CSAP tak serta merta membuat perseroan mengganti brand bisnis ritel. Namun, perseroan tengah melakukan diskusi untuk masukkan produk-produk SCG di gerai-gerai Mitra10.

Hingga saat ini, CSAP telah membuka 27 gerai. Pada paruh kedua tahun ini, perseroan berencana membuka dua gerai Mitra10. Dia pun optimis pada 2021, Mitra10 bisa memiliki minimal 50 gerai.

Idrus mengatakan, besarnya kebutuhan akan rumah di Indonesia peluang yang bagus bagi Mitra10 untuk tumbuh.

Adapun aksi private placement, akan membuat pemegang saham CSAP akan terkena dilusi sebanyak-banyaknya 9,09%. Dana hasil private placement tersebut akan digunakan perseroan untuk modal kerja, pembiayaan modal kerja, serta capex segmen distribusi.

Pada tahun ini, emiten distribusi dan peritel ini mengalokasikan belanja modal senilai Rp400 miliar, dengan rincian, alokasi ke segmen distribusi senilai Rp150 miliar dan ritel modern senilai Rp250 miliar. Hingga Mei 2018, CSAP telah merealisasikan belanja modal hampir Rp100 miliar pada Mei 2018.

Hingga akhir 2018, CSAP memproyeksikan penjualan mencapai Rp11 triliun, atau tumbuh sekitar 17% year on year. Adapun target laba bersih perseroan senilai Rp100 miliar pada 2018.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kinerja emiten, catur sentosa adiprana

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top