Bursa Asia Pulih dari Tekanan Eskalasi Dagang, IHSG Berbalik Naik

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil berbalik arah dari koreksinya pada awal perdagangan hari ini, Kamis (12/7/2018).
Renat Sofie Andriani | 12 Juli 2018 09:40 WIB
Karyawan beraktivitas di dekat papan elektronik yang menampilkan pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (27/11). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil berbalik arah dari koreksinya pada awal perdagangan hari ini, Kamis (12/7/2018).

IHSG tergelincir ke zona merah saat dibuka turun 0,34% atau 20,31 poin di level 5.873,05, namun mampu berbalik naik 0,18% atau 10,36 poin ke level 5.903,72 pada pukul 09.09 WIB. Pada perdagangan Rabu (11/7), IHSG berakhir menguat 0,20% di level 5.893,36.

Tujuh dari sembilan indeks sektoral IHSG bergerak di zona hijau dengan support utama sektor pertanian (+0,77%) dan tambang (+0,48%). Adapun sektor konsumer dan aneka industri masing-masing turun 0,34% dan 0,24%.

Sebanyak 13 saham menguat, 17 saham melemah, dan 564 saham stagnan dari 594 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pagi ini.

Binaartha Sekuritas memproyeksikan IHSG akan mengalami tren lanjutan penguatan dalam sesi perdagangan hari ini.

Analis Muhammad Nafan Aji Gusta mengatakan berdasarkan daily pivot dari Bloomberg, support pertama maupun kedua memiliki range pada level 5.844, 763 hingga 5.796, 151.

Sementara itu, resisten pertama maupun kedua memiliki range pada level 5.919,960 hingga 5.946,561. Berdasarkan indikator, MACD sudah membentuk pola golden cross di area negatif.

Adapun, Stochastic dan RSI berhasil menuju ke area overbought. Terlihat pola three advancing soldiers candlestick pattern yang menunjukkan adanya potensi bullish continuation.

“Sehingga diharapkan agar pergerakan indeks saham bisa melanjutkan penguatannya,” tulisnya dalam riset hari ini.

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis27 berbalik naik 0,11% atau 0,56 poin ke level 509,20 pada pukul 09.10 WIB, setelah tergelincir ke zona merah dengan pelemahan 0,61% atau 3,10 poin di posisi 505,54.

Indeks saham lain di kawasan Asia Tenggara terpantau bergerak variatif pagi ini, dengan indeks FTSE Malay KLCI (-0,15%), indeks FTSE Straits Time Singapura (+0,23%), dan indeks PSEi Filipina (+0,09%).

Di kawasan Asia lainnya, indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang masing-masing naik 0,65% dan 1,13%. Indeks Kospi Korea Selatan naik 0,38%, sedangkan indeks Shanghai Composite dan CSI 300 China masing-masing naik 0,65% dan 0,66%.

Dilansir dari Reuters, performa saham dan komoditas sedikit pulih pada perdagangan pagi ini saat pasar mencoba berkonsolidasi dari pelemahan tajam pada sesi perdagangan sebelumnya, ketika kekhawatiran eskalasi dalam perang perdagangan AS-China mengguncang sentimen investor.

Indeks MSCI Asia Pacific, selain Jepang, naik tipis 0,05%.

“Pasar memiliki waktu untuk mencermati perkembangan perang dagang terbaru dan siap untuk mulai melakukan konsolidasi,” ujar Masahiro Ichikawa, pakar strategi senior di Sumitomo Mitsui Asset Management.

“Ini telah menjadi pola yang bereaksi terhadap setiap perkembangan baru dan berharap bahwa ketegangan perdagangan mereda dalam beberapa bulan ke depan melalui negosiasi,” lanjutnya.

Saham-saham yang menguat pada awal perdagangan:

SCMA

+0,90%

PWON

+0,90%

INDY

+1,19%

UNVR

+0,05%

Saham-saham yang melemah pada awal perdagangan:

BBRI

-1,00%

HMSP

-0,79%

BBCA

-0,56%

BMRI

-0,79%

 

 

 

Sumber: Bloomberg

Tag : IHSG
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top