Saranacentral Bajatama (BAJA) Perbesar Porsi Segmen Baja Lapis Aluminium Seng

Emiten produsen produk baja, PT Saranacentral Bajatama Tbk. memperbesar produk perseroan yang memiliki margin penjualan lebih tinggi yaitu baja lapis aluminium seng atau BjLAS untuk menyubtitusi kehilangan pendapatan dari kenaikan harga bahan baku.
Dara Aziliya | 28 Juni 2018 16:10 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten produsen produk baja, PT Saranacentral Bajatama Tbk. memperbesar produk perseroan yang memiliki margin penjualan lebih tinggi yaitu baja lapis aluminium seng atau BjLAS untuk menyubtitusi kehilangan pendapatan dari kenaikan harga bahan baku.

Perusahaan dengan kode saham BAJA tersebut saat ini memiliki tiga lini produksi baja lapis yaitu baja lapis seng (BjLS), baja lapis aluminium seng (BjLAS), dan baja lapis aluminium seng berwarna (Saranacolor).

Direktur Utama Saranacentral Bajatama, Handaja Susanto mengungkapkan perseroan akan terus berinvestasi untuk memperbesar produksi BjLAS. Perseroan mulai menggenjot produsi baja lapis aluminium seng sejak awal tahun ini dengan menggelontorkan investasi Rp7 miliar.

“Nilai investasinya tidak besar namun kami akan terus berinvestasi untuk improve lini BjLAS. Kenaikan produksi mulai awal tahun ini dan dampaknya sudah terlihat pada April—Mei 2018, dampak full akan terlihat pada tahun depan,” ungkap Handaja dalam paparan public di Jakarta, Kamis (28/6).

Handaja mengungkapkan pada tahun lalu perusahaan memprodusi baja lapis aluminium seng pada rentang 4.000 ton—5.000 ton per tahun, dan tahun ini ditargetkan dapat terkerek ke level 6.000 ton—7.000 ton.

Adapun, pada tahun lalu BAJA menghadapi tantangan kenaikan harga bahan baku, seiring kenaikan harga baja CRC di pasar global. Hal tersebut disebabkan oleh produsen CRC utama dunia yaitu China tengah berupaya mengurangi suplai baja jenis CRC.

Akibatnya, harga bahan baku tersebut terkerek lebh dari 30% dalam1 tahun terakhir. Kondisi itu menyebabkan perseroan tetap membukukan kerugian pada tahun lalu meski penjuala tercatat mengalami peningkatan.

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, BAJA membukukan penjualan bersih sebesar 24,5% sepanjang 2017 menjadi Rp1,22 triliun dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp978,84 miliar. Kontributor penjualan terbesar yaitu BjLS sebesar 49,8%, disuul BjLAS dan Saranacolor masing-masing 45,5% dan 4,2%.

Adapun, pada periode tersebut perserian membukukan rugi periode berjalan sebesar Rp22,98 miliar, setelah pada tahun sebelumnya masih membukukan laba bersih Rp34,4 miliar.

Tag : saranacentral bajatama
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top