Ini Faktor Pengerek Harga Pulp yang Untungkan INKP dan TKIM

Harga saham dua emiten kertas milik Grup Sinarmas yaitu PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk. dan PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk. melambung tajam sepanjang tahun ini. Dari sisi fundamental, keduanya membukukan kenaikan pendapatan dan laba bersih signifikan pada tahun lalu.
Dara Aziliya | 27 Juni 2018 18:31 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Harga saham dua emiten kertas milik Grup Sinarmas yaitu PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk. dan PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk. melambung tajam sepanjang tahun ini. Dari sisi fundamental, keduanya membukukan kenaikan pendapatan dan laba bersih signifikan pada tahun lalu.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, Indah Kiat membukukan penjualan US$3,13 miliar sepanjang tahun lalu, meningkat 14,9% dibandingkan tahun 2016. Emiten dengan kode saham INKP tersebut membukukan lonjakan laba bersih 103,84% menjadi US$413,21 juta selama 2017.

Adapun, Tjiwi Kimia membukukan penjualan US$1,01 miliar pada 2017, meningkat 1,5% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Sepanjang 2017, laba neto yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk emiten dengan Sandi TKIM tersebut melonjak 256,85%

Direktur Indah Kiat Pulp and Paper yang juga merupakan Direktur Utama Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Suhendra Wiriadinata mengungkapkan bahwa perang dagang (trade war) yang berlangsung antara China dan Amerika Serikat memberi dampak langsung pada pergerakan harga bubur kertas global.

Dia menjelaskan, industri raksasa kertas China biasanya mengimpor kertas bekas (wasted paper) dalam jumlah besar dari Amerika Serikat dan Uni Eropa, mengingat AS dan UE merupakan konsumen kertas terbesar dunia.

“Dengan adanya perang dagang. China membatasi impor kertas bekas mereka dari Amerika Serikat, sehingga mereka kekurangan bagan baku. Konsekuensinya, China beralih menggunakan pulp, sehingga konsumsi pulp menjadi tinggi dan harganya meningkat,” ungkap Suhendra di Jakarta, Rabu (27/6).

Kondisi tersebut pun mengerek harga jual produk Indah Kiat Pulp dan Paper dan Pabrik Kertas Tjiwi Kimia. Meski penjualan pulp perseroan pada 2017 dan kuartal I/2018 mengalami penurunan, kenaikan harga pulp dapat menyubtitusi penurunan pendapatan perseroan.

Berdasarkan data yang dipublikasikan perusahaan, penjualan pulp Indah Kiat yaitu 1,79 juta ton selama 2017, menurun 3,6% dibandingkan dengan 2016. Emiten dengan kode saham INKP tersebut membukukan penjualan pulp 401.000 ton selama kuartal I/2018, turun 15,2% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya (yoy).

Kenaikan harga jual pulp dan produk kertas INKP dan TKIM pun ditengarai memberikan sentimen positif pada harga saham perseroan. Pada penutupan perdagagan Rabu (27/6), harga saham INKP terkerek 200 poin atau 1,06% menjadi Rp19.000. Sepanjang tahun berjalan, harga saham INKP telah meningkat 251,85%.

Sementara itu, harga saham Tjiwi Kimia tercatat melemah 0,14% atau 25 poin ke level Rp17.875. Sepanjang tahun berjalan, harga saham TKIM telah melonjak 512,16%.

Tag : tjiwi kimia, indah kiat
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top