Minim Sentimen Positif, IHSG Tergelincir ke Zona Merah

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tergelincir dan melemah pada awal perdagangan hari ini, Selasa (26/6/2018), setelah berhasil membukukan rebound pada sesi perdagangan sebelumnya.
Renat Sofie Andriani | 26 Juni 2018 09:52 WIB
Pengunjung beraktivitas di dekat papan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), di Jakarta, Jumat (26/1/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tergelincir dan melemah pada awal perdagangan hari ini, Selasa (26/6/2018), setelah berhasil membukukan rebound pada sesi perdagangan sebelumnya.

IHSG dibuka di zona merah dengan pelemahan 0,47% atau 27,49 poin di level 5.831,59 dan melemah 0,52% atau 30,37 poin ke level 5.828,72 pada pukul 09.11 WIB.

Adapun pada perdagangan Senin (25/6), IHSG rebound dan berakhir menguat 0,64% atau 37,27 poin di level 5.859,08.

Sebanyak 66 saham bergerak menguat, 76 saham bergerak melemah, dan 445 saham stagnan dari 587 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pagi ini.

Delapan dari sembilan indeks sektoral IHSG bergerak di zona merah dengan tekanan utama sektor properti (-0,92%) dan finansial (-0,77%). Hanya sektor aneka industri yang bergerak di zona hijau dan naik 0,20%.

Valbury Sekuritas Indonesia memprediksikan pelemahan IHSG di level support level 5.810/5.761/5.720, dan resistance level 5.900/5.941/5.990 pada perdagangan hari ini, karena minimnya sentimen positif.

Dipaparkan, kinerja perdagangan Indonesia sepanjang Mei 2018 mengalami defisit US$ 1,52 miliar. Adapun neraca perdagangan Indonesia pada April 2018 tercatat mengalami defisit sebesar US$1,63 miliar yang didorong kenaikan impor barang konsumsi dan migas.

Sementara itu, Bank Indonesia (BI) yang akan menggelar rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 27-28 Juni 2018, kemungkinan akan menaikkan suku bunga, sejalan dengan hampir semua bank sentral dunia yang telah mengubah kebijakannya pada tahun ini. Di sisi lain, kenaikan suku bunga acuan BI ini akan menjadi momok bagi IHSG.

Faktor lainnya, utang pemerintah yang terus menerus meningkat selama tiga bulan belakangan, atau telah mencapai Rp4.407,05 triliun, menjadi persepsi negatif di pasar.

Dikhawatirkan dengan adanya peningkatan pendanaan terhadap pengambangan infrastruktur akan menyeret Indonesia ke dalam permasalahan finansial.

“Selain itu, kondisi pasar global yang juga kurang mendukung menyusul koreksi saham AS pada Senin, memberatkan bagi IHSG untuk menguat,” jelasnya dalam riset hari ini.

Bursa saham AS ditutup melemah pada akhir perdagangan Senin (25/6/2018) atau Selasa pagi WIB, didorong oleh meningkatnya ancaman dari perang perdagangan antara AS dan sejumlah negara mitranya.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 328,09 poin atau 1,33% ke level 24.252,8, sedangkan indeks Standard & Poor’s 500 kehilangan 37,81 poin atau 1,37% ke 2,717.07 dan Nasdaq Composite melemah 160,81 poin atau 2,09% ke 7.532,01.

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis27 dibuka di zona merah 0,80% atau 4,01 poin di posisi 498,08 dan turun 0,64% atau 3,21 poin ke level 498,88 pada pukul 09.12 WIB.

Indeks saham lainnya di kawasan Asia Tenggara terpantau juga memerah pagi ini, dengan indeks FTSE Straits Time Singapura (-0,43%), indeks FTSE Malay KLCI (-0,02%), dan indeks PSEi Filipina (-0,11%).

Saham-saham yang melemah pada awal perdagangan:

BBRI

-1,73%

UNVR

-0,83%

TLKM

-0,55%

INCO

-4,08%

 

 

 

Saham-saham yang menguat pada awal perdagangan:

HMSP

+0,28%

TOWR

+3,69%

MYOR

+1,72%

ADRO

+0,80%

Sumber: Bloomberg

Tag : IHSG
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top