RIGHTS ISSUE: Phapros Kantongi Izin Lepas 203 Juta Saham

PT Phapros Tbk. akan melepas 48% saham portepel atau saham simpanan melalui aski penambahan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu pada Oktober 2018
M. Nurhadi Pratomo | 21 Mei 2018 20:55 WIB
Direktur Utama PT Phapros Tbk Barokah Sri Utami memberikan kata sambutan pada Seminar Kesehatan: Mencegah Stunting, Meningkatkan Daya Saing Bangsa, di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, Semarang, Selasa (13/2/2018). - JIBI/Herdiyan

Bisnis.com, JAKARTA—PT Phapros Tbk. akan melepas 48% saham portepel atau saham simpanan melalui aski penambahan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu pada Oktober 2018

Direktur Utama Phapros Barokah Sri Utami mengatakan telah mendapatkan izin rapat umum pemegang saham untuk melakukan aksi penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu atau rights issue. Selain itu, perseroan telah menunjuk PT Danareksa (Persero) sebagai underwriter.

Rights issue dilakukan pada Oktober 2018. Untuk valuasi sahamnya akan keluar sebelum itu,” ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, Senin (21/5/2018).

Utami menjelaskan bahwa perseroan akan melepas 48% saham simpanan melalui aksi tersebut. Jumlah tersebut setara dengan 203 juta lembar saham.

Selain melakukan rights issue, dia menyebut perseroan berencana melakukan buy back saham yang beredar. Akan tetapi, aksi tersebut masih menunggu pemegang saham yang ingin menjual dan harga yang dibanderol.

Sebelumnya, Utami mengatakan tahun ini perseroan menganggarkan belanja modal Rp500 miliar. Dana tersebut akan digunakan Phapros untuk memacu pertumbuhan organik dan anorganik.

Untuk pertumbuhan organik, paparnya, perseroan akan melakukan investasi bertahap di sektor farmasi. Salah satunya yakni dengan meningkatkan kapasitas produksi.

Selanjutnya, Phapros juga telah mencanangkan sejumlah rencana ekspansi anorganik. Korporasi pelat merah itu memiliki rencana untuk melakukan akuisisi dua perusahaan.

Utami menargetkan tahun ini dapat mengakuisisi dua perusahaan yang bergerak di bidang farmasi, makanan, atau minuman. Sumber pendanaan sebagian berasal dari alokasi belanja modal serta hasil dari rights issue tahun ini.

Kendati demikian, selain rights issue, dia menyebut perseroan belum berencana menggalang pendanaan di pasar modal melalui instrumen lain. Pasalnya, perseroan telah menerbitkan medium term notes (MTN) pada 2017 senilai Rp200 miliar.

Berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Phapros mengemisi MTN senilai Rp200 miliar yang jatuh tempo pada 30 Maret 2019. Surat utang tersebut memiliki kupon tetap 9,5% dengan jangka pembayaran bunga tiap 3 bulan.

Tag : pt phapros tbk
Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top