Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Marga Abhinaya Abadi (MABA) Ingin Private Placement Rp2 Triliun

PT Marga Abhinaya Abadi Tbk. berencana untuk melakukan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu atau private placement senilai Rp2 triliun dalam 2 tahun ke depan.
Emanuel B. Caesario
Emanuel B. Caesario - Bisnis.com 02 Mei 2018  |  16:57 WIB
Karyawan melintas di antara monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (16/3/2018). - ANTARA/Sigid Kurniawan
Karyawan melintas di antara monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (16/3/2018). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA — PT Marga Abhinaya Abadi Tbk. berencana untuk melakukan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu atau private placement senilai Rp2 triliun dalam 2 tahun ke depan.

Adrian Bramantyo, Direktur Utama Marga Abhinaya Abadi, mengatakan bahwa perseroan baru menyinggung rencana tersebut kepada para pemegang saham perseroan dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) yang digelar Rabu (2/5/2018).

Perseroan menyampaikan hal tersebut dalam rangka menjawab pertanyaan pemegang saham tentang rencana ekspansi perseroan. Namun, perseroan belum mematangkan rencana final dari aksi korporasi ini.

“Salah satu rencana kami adalah melakukan private placement. Kami harapkan Rp2 triliun. Rencananya tahun ini akan segera kita lakukan, tetapi jangka waktunya 2 tahun,” katanya, Rabu (2/5/2018).

Adrian masih enggan mengungkapkan siapa pihak yang akan menjadi pembeli siaga atas rencana emisi efek tersebut. Perseroan masih akan mematangkan detail rencananya sebelum kembali mengundang para pemegang saham untuk memberikan restu.

Adrian mengatakan, dana hasil private placement tersebut akan digunakan untuk belanja modal dan modal kerja. Menurutnya, perseroan memang memiliki rencana ekspansi bisnis yang cukup agresif selama 5 tahun ke depan.

“Dalam 5 tahun ke depan, kami ingin menambah paling tidak 1-2 hotel per tahun. Restoran bisa lebih banyak, antara 10-20 restoran per tahun,” katanya.

Adapun, saat ini perseroan baru memiliki 4 hotel dan 5 restoran. Tingkat okupansi hotel perseroan berkisar antara 60%-70% dan khusus menyasar segmen meeting, incentives, convention & exhibition (MICE). Fokus ekspansi perseron adalah di Jakarta dan kota-kota besar lainnya di Indonesia.

Adapun, emiten dengan kode saham MABA ini baru mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia tahun lalu setara 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum. Dana yang diperolehan mencapai Rp53 miliar.

Selanjutnya, MABA melakukan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu atau rights issue akhir tahun lalu dengan nilai bersih Rp2,65 triliun untuk akuisisi 98,34% saham PT Anugerah Berkah Madani atau ABMA dari PT Saligading Bersama, disetor secara imbreng.

Dengan akuisisi tersebut, perseroan kini turut memasuki bisnis properti melalui brand ABMA Land. Beberapa proyek properti yang telah ada yakni Nifarro Park Jakarta Selatan, Royal Betawi Apartment Tangerang, dan East CBD Surabaya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

private placement Marga Abhinaya Abadi
Editor : Riendy Astria

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top