KINERJA KUARTAL I/2018 : Laba Bersih CLEO Naik 44%

Emiten produsen air minum dalam kemasan (AMDK) berbasis di Surabaya, PT Sariguna Prima Tirta Tbk. membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada kuartal pertama tahun ini sebesar Rp12,56 miliar.
Dara Aziliya | 25 April 2018 20:25 WIB
PT Sariguna Primatirta - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten produsen air minum dalam kemasan (AMDK) berbasis di Surabaya, PT Sariguna Prima Tirta Tbk. membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada kuartal pertama tahun ini sebesar Rp12,56 miliar.

Capaian tersebut meningkat 44,56% dibandingkan capaian perseroan pada periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year) sebesar Rp8,69 miliar. Kenaikan laba tersebut dampak dari ekspansi agresif perseroan.

Direktur Inependen Sariguna Prima Tirta, Lukas Setio Wongso mengungkapkan faktor utama yang mendorong kenaikan laba tersebut adalah penjualan perseroan yang meningkat cukup besar pada awal tahun ini.

“Kenaikan laba bersih tersebut kami peroleh karena adanya kenaikan penjualan yang mendorong kami mengoptimalkan kapasitas produksi pabrik. Dengan produksi yang optimal, kami dapat mengefisiensikan biaya operasional,” ungkap Lukas saat dikonfirmasi Bisnis, Rabu (25/4/2018).

Lukas mengungkapkan dengan kenaikan produksi yang mendorong efisiensi biaya, perseroan berhasil membukukan margin lebih besar. Faktor tersebut melambungkan laba emiten dengan merek AMDK Cleo.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, emiten dengan kode saham CLEO tersebut membukukan kenaikam laba sebelum pajak sebesar 48,8% pada kuartal I/2018 (yoy). Penurunan tersebut dicapai karena perseroan berhasil menekan sejumlah beban.

CLEO membukukan penjualan bersih pada kuartal I/2018 sebesar Rp162,59 miliar, meningkat 16,9% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya (yoy) yang sebesar Rp138,97 miliar.

Per akhir 2017, perseroan telah memiliki cabang penjualan sebanyak 80 unit, dengan jumlah jaringan distribusi eksternal sebanyak 120 unit. Dengan memperluas distribusi, manajemen menargetkan produk Cleo dapat lebih dijangkau konsumen.

Lukas sebelumnya menyampaikan pada tahun ini perseroan menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp200 miliar yang akan digunakan untuk pembangunan pabrik baru, pembelian mesin kemasan baru, otomatisasi mesin pabrik yang sudah ada, perbaikan sarana pabrik, dan penambahan armada distribusi.

 

Tag : kinerja emiten
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top