Harga Karet Kontrak Agustus Berakhir Stagnan

Pergerakan harga karet hanya berakhir stagnan pada perdagangan hari ini, Selasa (27/2/2018), terbebani sentimen kenaikan cadangan komoditas tersebut.
Renat Sofie Andriani | 27 Februari 2018 15:31 WIB
Petani memanen getah karet di Muaro Jambi, Jambi, Sabtu (13/5). - Antara/Wahdi Septiawan

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan harga karet hanya berakhir stagnan pada perdagangan hari ini, Selasa (27/2/2018), terbebani sentimen kenaikan cadangan komoditas tersebut.

Harga karet untuk pengiriman Agustus 2018 di Tokyo Commodity Exchange (Tocom), ditutup di level 193,80 yen per kilogram (kg).

Sebelumnya, harga karet kontrak Agustus dibuka menguat 0,36% atau 0,70 poin di level 194,50 yen per kg, setelah pada perdagangan Senin (26/2) ditutup melonjak 2,76% atau 5,2 poin.

Menurut Gu Jiong, analis dari broker komoditas Yutaka Shoji di Tokyo, tingginya cadangan karet di China membebani harga komoditas ini.

Cadangan karet yang dimonitor oleh Shanghai Futures Exchange terpantau meningkat 0,1% ke 434.550 ton pekan lalu. Ini adalah peningkatan selama 13 pekan berturut-turut.

Turut membebani karet, nilai tukar yen terpantau menguat 0,07% atau 0,08 poin ke posisi 106,86 per dolar AS pada pukul 14.17 WIB, setelah dibuka dengan apresiasi tipis 0,01% di posisi 106,93.

Sementara itu, harga minyak WTI kontrak April 2018 terpantau tergelincir ke zona merah dengan penurunan 0,05% atau 0,03 poin ke US$63,88 per barel pada pukul 14.10 WIB, setelah pada perdagangan Senin (26/2) berakhir menguat 0,57% di posisi 63,91.

Di sisi lain, reli bursa saham Jepang berlanjut pada akhir perdagangan hari ketiga berturut-turut, mengekor reli bursa saham Amerika Serikat (AS).

Indeks Nikkei 225 hari ini berakhir menguat 1,07% atau 236,23 poin di level 22.389,86, setelah dibuka dengan kenaikan 238,04 poin di posisi 22.391,67.

 

Pergerakan Harga Karet Kontrak Agustus 2018 di TOCOM

Tanggal

Harga (Yen/Kg)

Perubahan

27/2/2018

193,80

0%

26/2/2018

193,80

+2,76%

Sumber: Bloomberg

Tag : harga karet
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top