Rekomendasi Saham: WTON Prospektif Tembus Rp700

Sepanjang tahun berjalan, saham PT Wijaya Karya Beton Tbk. sudah meningkat 13% ke level Rp565, meninggalkan tren pelemahan sepanjang 2017. Harapan terhadap membaiknya kinerja menjadi penyokong apresiasi pasar atas saham produsen beton berkode WTON ini.
Emanuel B. Caesario | 27 Februari 2018 10:08 WIB
Pengunjung berjalan di dekat papan elektronik yang menampilkan perdagangan harga saham di Jakarta, Selasa (16/1/2018). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA--Sepanjang tahun berjalan, saham PT Wijaya Karya Beton Tbk. sudah meningkat 13% ke level Rp565, meninggalkan tren pelemahan sepanjang 2017. Harapan terhadap membaiknya kinerja menjadi penyokong apresiasi pasar atas saham produsen beton berkode WTON ini.

Pendapatan WTON pada 2017 tumbuh 54% yoy menjadi Rp5,36 triliun, sementara laba bersih tumbuh 25,1% menjadi Rp337 miliar. Peningkatan terutama terjadi pada kuartal IV/2017 yang mengompensasi pelemahan pada kuartal sebelumnya.

Adrianus Bias, Analis UOB Kay Hian Sekuritas, mengatakan bahwa capaian pendapatan WTON lebih tinggi 10% dibandingkan estimasi UOB KH. Demikian juga capaian kontrak baru 2017 Rp7,1 triliun, lebih tinggi 10% dari estimasi UOBKH.

Peningkatan terjadi lantaran adanya peningkatan kontrak sehingga mendorong tingkat utilisasi pabrik perseroan. Selain itu, pendapatan juga ditolong oleh normalisasi depresiasi dari pabrik baru di Lampung.

Lonjakan kontrak baru pada kuartal akhir 2017 mayoritas dari proyek tol layang Makassar, Sulsel, mencapai Rp1,6 triliun di mana perseroan menjadi kontraktor utama. Total orderbook WTON sepanjang 2017 mencapai Rp11,1 triliun, lebih dari dua kali lipat pendapatannya.

Meski begitu, gross margin dan net margin perseroan pada 2017 turun masing-masing 210 bps dan 150 bps karena meningkatnya kontribusi dari bisnis ready-mix bermargin kecil serta peningkatan biaya bunga yang signifikan 110% yoy.

Total net-debt WTON per 31 Desember 2017 mencapai Rp807 miliar, tumbuh 146% yoy, tetapi hanya mencerminkan net grearing ratio 0,3 kali. Utang perseroan seluruhnya merupakan fasilitas pinjaman modal kerja jangka pendek, mayoritas dari bank BUMN.

Tahun ini, WTON menargetkan kontrak baru Rp7,8 triliun. Pendapatan ditargetkan sebesare Rp6,95 triliun atau meningkat 30%, sementara laba bersih Rp460 miliar. UOBKH memperkirakan kontrak baru WTON akan mencapai Rp7,82 triliun tahun ini dan Rp8,6 triliun tahun depan, meningkat masing-masing 8% dan 3% dari estimasi awal.

“Kami mempertahankan rekomendasi beli dengan menurunkan target harga Rp830 [dari semula Rp1.000]. Kami mempertahankan WTON sebagai salah satu pilihan utama kami di sektor konstruksi karena kuatnya tingkat pertumbuhan labanya,” ungkapnya dalam riset yang terbit Senin (26/2/2018).

Bob Setiadi dan Edbert Surya, Analis Mandiri Sekuritas, mengatakan bahwa capaian kinerja laba WTON pada 2017 relatif sama dengan estimasi Mandiri Sekuritas dan konsensus analis. Sepanjang tahun berjalan, kinerja saham WTON terus menyusul kinerja induk usahanya, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. atau WIKA yang sudah tumbuh 22,58% ytd.

Keduanya memprediksi selisih persentase peningkatan harga antara WIKA dan WTON akan kian menyempit di masa mendatang karena perseroan memprediksikan tingkat pertumbuhan laba per saham yang sama.

Mandiri Sekuritas masih mempertahankan rekomendasi beli dengan target harga yang sama, yakni Rp700 berdasarkan valuasi harga saham per laba atau PE ratio atas proyeksi laba 2018 sebesar 15,4 kali.

Tag : wijaya karya beton
Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top